793 Warga Mura Alami ODGJ

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencatat sepanjang tahun 2018 sedikitnya 793 warga yang ada di Bumi Lan Serasan Sekentenan menderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dimana, dari jumlah tersebut 18 diantaranya harus dipasung.

Muat Lebih

“Jika kita lihat untuk kasus ODGJ masih tinggi yakni mencapai 793 penderita. Bahkan, 635 orang diantaranya kategori ODGJ berat,”jelas Kepala Dinkes Kabupaten Mura, Hj Milpta Hulummi melalui Kepala Bidang (Kabid) P2L, Edward Julius kepada Harian Silampari, Rabu (23/1) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa untuk penyebab seorang mengalami ODGJ dikarenakan tidak ada kemampuan seorang terhadap stresor atau faktor yang tidak bisa diterima. Akan tetapi, untuk penyakit ODGJ salah satu standar pelayanan maksimal (SPM) wajib dilakukan penanggulangan.

“Kami Dinkes telah mendata seluruh masyarakat dengan gangguan jiwa dan berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya ODGJ yang dipasung,” terangnya.

Menurutnya, untuk SPM yang harus diberikan yakni dengan memberikan obat secara teratur sesuai standar, melakukan kebersihan jiwa penderita pada ODGJ dan terpenting tidak menstigma penderita. Melainkan, dengan memberikan perlindungan HAM (mempasung).

“Kalau untuk penderita berat kami Dinkes akan merujuk ke RSJH Ernaldi Bahar kendati tidak selamanya penderita ditangani. Karena, RSJH menangani orang dengan stres berat dan begitu tenang harus balik,” paparnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghimbau untuk pihak keluarga penderita ODGJ tidak memasung keluarganya. Melainkan, hendaknya melaporkan ke Puskesmas agar nantinya ODGJ yang dipasung untuk dirujuk ke RSJH Ernaldi bahar dan pihak keluarga memperhatikan kebersihan pasien.
“Intinya penyembuhan ODGJ sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan masyarakat sekitar khususnya untuk tidak menjauhi dalam kehidupan sehari-hari,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Mura, Agus Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Muslimin menjelaskan, dalam upaya penanganan ODGJ maka pihaknya memberikan bimbingan psikososial keluarga dan mencari penggiatan terhadap keluarga ODGJ atau alternatif penggiat keluarganya.

“Disamping itu kami juga memberikan bantuan paket permakanan yang merupakan kebutuhan dasar bagi ODGJ pasung diantaranya beras, mie instan, kacang hijau, gula, susu biskuit, selimut, handuk pakaian satu stel dan sabun mandi,”pungkasnya. (HS-03)