oleh

8 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Terancam 15 Tahun Penjara

SilampariOnline.

Rejanglebong-“Para tersangka akan kita jerat dengan pasal 170 dan pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno, S IK, MH usai gelar perkara di Polres Rejang Lebong, Senin (4/1/2021).

Kapolres Puji Prayitno, yang didampingi Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Sigit Purwoko, SE dan Dansubdenpom Curup Lettu Cpm Supriyanto, menjelaskan pengeroyokan tersebut menyebabkan satu dari dua anggota TNI dari Batalyon Infanteri 144/Jaya Yudha meninggal.

Bermula saat para pelaku berkumpul di Balai Agung Lapangan Setia Negara Curup sembari mengonsumsi minuman keras jenis tuak.

Tak berselang lama sekitar pukul 23.15, hujan turun dan kedua korban, Prada Yofan Setiandi dan Pratu Agus Salim, berteduh tak jauh dari rombongan para pelaku.

Saat berteduh tersebut korban Prada Yofan menerima telepon dari saudaranya dengan suara yang cukup kencang karena terganggu suara hujan.

Karena suara saat menerima telepon tersebut keras, para pelaku menertawakan Prada Yofan. Setelah mengakhiri perbincangannya di telepon, Prada Yofan menanyakan kenapa para pelaku menertawakannya.

“Saat itu pelaku BW yang merupakan pelaku utama menjawab dengan tidak apa-apa, namun pelaku BW ini langsung menendang kaki Prada Yofan,” terang Kapolres.

Karena tak terima kakinya ditendang, Prada Yofan memegang bagian leher BW, saat itu pelaku BW langsung menarik pisau yang sudah diselipkan di pinggangnya sehingga pengeroyokan terhadap Prada Yofan terjadi. Pratu Agus yang berusaha menolong juga juga menjadi sasaran para pelaku.

Baca:   Data Pribadi Terus Berpolemik, November Regulasinya Keluar

Akibat kejadian tersebut Prada Yofan mengalami luka tusuk di leher sebelah kiri, luka sayat di muka kanan, dan luka sayat di tangan kanan. Sedangkan Pratu Agus Salim mengalami luka tusuk di pinggang kanan belakang yang tembus hingga ke depan.

“Saat itu Pratu Agus yang lari karena sudah luka bertemu anggota gabungan yang tengah patroli dan meminta tolong,. Melihat ada polisi dan TNI datang, para pelaku kabur dan satu orang diamankan,” papar Kapolres.

Pasca kejadian kedua korban sempat dibawa ke RS DKT yang tak jauh dari Lapangan Setia Negara Curup, kemudian dirujuk ke RSUD Curup.

Tak berselang lama sekitar pukul 23.15, hujan turun dan kedua korban, Prada Yofan Setiandi dan Pratu Agus Salim, berteduh tak jauh dari rombongan para pelaku.

Saat berteduh tersebut korban Prada Yofan menerima telepon dari saudaranya dengan suara yang cukup kencang karena terganggu suara hujan.

Karena suara saat menerima telepon tersebut keras, para pelaku menertawakan Prada Yofan. Setelah mengakhiri perbincangannya di telepon, Prada Yofan menanyakan kenapa para pelaku menertawakannya.

“Saat itu pelaku BW yang merupakan pelaku utama menjawab dengan tidak apa-apa, namun pelaku BW ini langsung menendang kaki Prada Yofan,” terang Kapolres.

Karena tak terima kakinya ditendang, Prada Yofan memegang bagian leher BW, saat itu pelaku BW langsung menarik pisau yang sudah diselipkan di pinggangnya sehingga pengeroyokan terhadap Prada Yofan terjadi. Pratu Agus yang berusaha menolong juga juga menjadi sasaran para pelaku.

Baca:   Data Pribadi Terus Berpolemik, November Regulasinya Keluar

Akibat kejadian tersebut Prada Yofan mengalami luka tusuk di leher sebelah kiri, luka sayat di muka kanan, dan luka sayat di tangan kanan. Sedangkan Pratu Agus Salim mengalami luka tusuk di pinggang kanan belakang yang tembus hingga ke depan.

“Saat itu Pratu Agus yang lari karena sudah luka bertemu anggota gabungan yang tengah patroli dan meminta tolong,. Melihat ada polisi dan TNI datang, para pelaku kabur dan satu orang diamankan,” papar Kapolres.

Pasca kejadian kedua korban sempat dibawa ke RS DKT yang tak jauh dari Lapangan Setia Negara Curup, kemudian dirujuk ke RSUD Curup.

sumber : siberindo.co