800 KIA Dicetak

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>CETAK :</strong> Tampak petugas operator Disdukcapil Mura sedang melakukan pencetakan KIA dan awal tahun sedikitnya sudah 800 KIA dicetak.

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Kendati barulah dua pekan bergulirnya tahun 2019 sejumlah orang anak di Bumi Lan Serasan Sektenan telah menerima Kartu Identitas Anak alias KIA. Bahkan, hingga saat ini setidaknya ada 800 KIA telah dicetak.

Muat Lebih

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan dan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura) Y Mori melalui Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Administrasi Kependudukan (P2AK), Darwin mengatakan, untuk program KIA sejauh ini telah dilakukan upaya berikan pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung sejumlah Desa membuka pelayanan pembuatan dan membagikan hasil cetak KIA ke warga.

“Untuk warga yang akan mengajukan pembuatan KIA cukup mendaftar ambil foto bagi usia yang sudah 5 tahun keatas maka langsung dicetak hasilnya,”jelas Darwin kepada Harian Silampari beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk pendaftaran bisa langsung ke kantor pelayanan agar secara langsung diserahkan hasil cetak KIA ke warga. Bahkan, pelayanan diberikan secara transparan, akuntable dan tanpa pungut biaya alias gratis.

“Hingga minggu pertama tahun ini sedikitnya 800 KIA sudah diterbitkan dan semuanya sudah diserahkan langsung warga,”terangnya.

Menurutnya, penggunaan KIA sendiri yakni menjadi syarat, mendaftar sekolah ataupun urusan lainnya yakni membuat paspor bagi anak. Bahkan, KIA sangat penting sebagai identitas anak dan ketika instansi pengguna yang membutuhkan cukup melihat KIA saja.

“Untuk syarat pencetakan KIA bisa dilakukan apabila anak tersebut sudah memiliki akta kelahiran,”bebernya.

Selain itu, sasaran anak berusia 0-17 tahun yang telah memiliki akta kelahiran dan kalau belum ada akta kelahiran maka belum bisa diterbitkan KIA karena tidak terkoneksi dengan server.

“Untuk KIA 0-5 tahun tidak menggunakan foto sedangkan 5-17 tahun menggunakan foto. Namun, pada dasarnya untuk pelayanan resmi pencetakan KIA 2019 mendatang,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Mansyur Daniel menyambut adanya penerapan KIA di Mura terutama anak yang dibawah umur 17 tahun. Sehingga, dengan kondisi ini maka ia menghimbau agar pemerintah desa (Pemdes) dapat bekerja sama dengan Disdukcapil untuk melakukan sosialiasi sekaligus pendataan di Desanya.

“Pada dasarnya kita menyambut baik bila penerbitan KIA terealisasi terutama sebagai identitas diri anak yang dibawah umur 17 tahun. Sehingga, dengan begitu ketika masuki usia wajib kartu identitas penduduk (KTP) maka tidak lagi didata ulang karena bisa ditukar langsung,”pungkasnya. (HS-03)