Acara Orgenan Sudah Boleh Beraktivitas

Foto : H Joncik Muhammad

SILAMPARI ONLINE

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang sudah mengeluarkan Surat Edaran yang memperbolehkan masyarakat menyelenggarakan resepsi pernikahan,akad nikah dan acara sosial lainnya yang dilaksanakan di rumah atau gedung dengan adaptasi baru (AKB) pandemi COVID-19.

Bacaan Lainnya

Surat Edaran Bupati Empat Lawang itu dikeluarkan sejak tanggal 13 Agustus 2020, beberapa hari lalu.

“Tetapi masyarakat tetap mengikuti prosedur dan aturan yang sudah ditentukan pemerintah, selain tetap menerapkan atau melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat,” kata Kepala BPBD Empat Lawang, Kuswinarto, kemarin.

Surat Edaran ini dikeluarkan dengan Nomor 360/254/SE/BPBD/2020 menindaklanjuti intruksi Bupati Empat Lawang. Dalam Surat edaran itu juga dikatakannya, pengunaan orgen tunggal sudah diperbolekan dengan ketentuan-ketentuan yang tertera di dalam point surat edaran itu.

Namun, kata Kuswinarto, ada peraturan yang harus diikuti dan ditempuh oleh masyarakat, khususnya dalam penyelenggara resepsi tersebut. Diantaranya, pengunaan orgen tunggal dibatasi hingga pukul 13.00 siang, bagi yang punya hajatan wajib menghadirkan unsur babinsa Babinkantibmas dan Dinas Kesehatan. Wajib protokol pencegahan COVID-19 dengan  menyediakan tenpat cuci tangan, handsanitizer,memakai masker, penyemprotan disinfektan disekitar lokasi hajatan sebelum acara dimulai. 

“Pelaksanaan acara dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, mengatur pola sistem makan (nasi kotak) dan pemberian nasi harus diperhatikan social distancing atau jaga jarak. “Tidak diperkenakan bersalaman hanya cukup menyapa dan penyelengara wajib mengatur jara satu meter dengan wajib mengatur duduk tamu undangan,” urainya. 

Hiburan (menyanýi) diatas pangung tidak boleh lebih dari empat orang. Tidak boleh melakukan antri untuk bersalaman berpamitan kepada yang punya hajatan. Selain itu, kata Kuswinarto, wajib memilik surat izin keramaian dari Polsek setempat dengan menyertakan surat pengantar RT, Lurah dan Kades. Acara hajatan diatur satu hari satu kali hajatan disetiap kecamatan dan hal ini harus berkordinasi dengan pihak penerbit izin keramaian.

“Surat izin keramaian wajib ditembuskan ke camat, lurah kades dan gugas COVID-19 Kabupaten. Wajib membatasi undangan jika dalam gedung jumlah tamu setengah dari kapasitas gedung, begitu juga dalam tenda kapasitas tamu setengah kapisitas dari tenda,” katanya.

Terakhir bagi masyarakat yang punya hajatan yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai surat edaran ini dapat diberikan sanksi berupa teguran dari pihak berwajib dan penghentian acara oleh pihak berwajib. (frz)