Air Selokan Meluber ke Mana-mana

KUMUH : Kondisi kawasan pemukiman di Lorong Talangpadang, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terlihat kumuh, Senin (11/1). Foto : Fahrurozi/Harian Silampari.

Kawasan Pemukiman Tengah Kota Terkesan Kumuh

Silampari Online,

Bacaan Lainnya

EMPAT LAWANG – Kondisi kawasan pemukiman di Lorong Talangpadang, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, kawasan yang mestinya bersih karena berada di pusat kota, namun kini terlihat kumuh dan jorok.

Penyebabnya, saluran draenase di kawasan itu tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, karena sudah mendangkal dan rusak. Akibatnya, air selokan di kawasan itu meluber ke mana-mana, bahkan menggenangi jalan, hingga kawasan itu terlihat becek dan kumuh.

Menurut sejumlah warga, sudah menjadi pemandangan biasa di kawasan itu jika air selokan meluber ke mana-mana. Terutama saat pagi hari dan petang hari, saat pembuangan air limbah dari rumah warga di kawasan itu sedang banyak-banyaknya, luberan air hingga menggenangi jalan.

“Apalagi kalau hari hujan, jangan ditanya lagi. Karena sudah pasti banjir hingga ke badan jalan,” ujar Edi, salah seorang warga sekitar kepada wartawan, Senin (11/1).

Menurut Edi, warga di sekitar kawasan itu sudah sangat berharap ada pembangunan draenase di kawasan itu. Meski sudah sering diusulkan ke pemerintah setempat, namun hingga kini draenase yang diharapkan belum juga dibangun.

“Saking seringnya diusulkan dan tak pernah terealisasi, masyarakat di sini sudah pesimis.  Dari pemerintah ke pemerintah, dari bupati berganti bupati, tetap saja kawasan ini kurang perhatian,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, H Ismail Hakim melalui Kabid Cipta Karya, H Eri Apriansyah mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu usulan warga di kawasan Lorong Talangpadang, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, untuk dibangunkan draenase baru di kawasan itu.

“Bisa saja draenasenya sudah ada dan hanya butuh perbaikan atau pembersihan saja,” kata Eri.

Menurut Eri, pembangunan draenase baru juga memerlukan proses penganggaran, yang juga memerlukan proses dan prosedur yang tepat. Karena itu, dia meminta agar masyarakat dapat bersabar untuk itu.

“Karena saya baru beberapa hari menjabat di Cipta Karya, saya akan pelajari terlebih dahulu. Saya upayakan akan melihat langsung dulu ke lokasi,” ujarnya. (mang oci)