Air Sungai Menguning. Begini Nasib Warga Muratara

  • Whatsapp

MURATARA – Belum lama musim kemarau berlangsung Debit aliran Sungai Rupit di Desa Noman dan Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menurun dan airnya menimbulkan warna kuning dan kehijau-hijauan. Akibatnya, banyak warga yang mandi di sungai mengalami penyakit kulit gatal-gatal.
Hal tersebut dikatakan Aditya (36) warga Desa Noman, Senin (6/8).
“Sudah seminggu terakhir warga mulai mengeluh gatal gatal setelah mandi di sungai,” kata Aditya warga Desa Noman saat dibincangi wartawan koran ini.
Dijelaskannya, semenjak dua minggu terakhir kodisi Air Sungai Rupit mengalami berubah warna menjadi kuning kehijauan, dan airnya juga sudah lambat dalam mengalir, akibatnya sungai menjadi Kotor
“Mungkin karena warnanya berubah dan kondisinya menjadi kotor yang menyebabkan warga mengalami penyakit gatal gatal kulit setelah mandi disungai” paparnya.
Saat ditanyakan apakah ada solusi lain selain menjalankan aktivitas mandi di sungai ? Dia menjawab, Sungai Rupit menjadi satu satunya pilihan terakhir tempat mandi setelah kondisi sumur milik warga terlebih dahulu mengalami kekeringan.
“Kalau sumur sudah terlebih dahulu mengering, memang ada bebrapa sumur warga yang masih memiliki air, namun hal tersebut hanya diperbolehkan diambil untuk kepentingan memasak dan konsumsi bukan untuk mandi,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes) Muratara Marlinda Sari menghimbau agar masyarakat bantaran sungai baik Sungai Rawas maupun Sungai Rupit, pada saat musim kemarau tidak melakukan aktivitas mandi dan mengkonsumsi air sungai.
“Saat kemarau seperti saat ini jangan melakukan aktivitas di sungai, beraktifitaslah dengan air bersih seperti Air sumur ataupun tampungan air hujan, ” sampainya.
Bila tidak ada pilihan lain selain air sungai, ia berharap pemerintah desa mencari alternatif lain seperti membuat sumur Bor agar mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
“Apapun ceritanya pihak dinkes tidak menyarankan menggunakan air sungai saat musim kemarau seperti saat ini carilah alternatif lain seperti membuat sumur Bor,” tambahnya.
Dia berharap masyarakat pada musim kemarau ini memperbanyak konsumsi buah buahan dan memperbanyak minum air. (HS-04)