Ajukan Tujuh Usulan Realisasi DD Suro 

Silampari Online, 

MUSI RAWAS- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Suro menggelar musyawarah desa (Mudes) terkait perencanaan realisasi penggunaan dana desa (DD) tahun 2018 . Hasilnya setidaknya ada tujuh usulan skala prioritas pembangunan fisik infrastruktur dimasing-masing dusun desa tersebut.

Muat Lebih

Ketua BPD Suro, Zairin mengatakan, sebelum pelaksanaan musdes terlebih dahulu telah menggelar musdus. Dimana, dari musyawarah tersebut terdapat tujuh usulan pembangunan fisik untuk penggunaan DD ditahun ini. Diantaranya, pembangunan jalan rabat beton, gorong-gorong, jalan setapak, jalan menuju sungai, drainase pembuangan limbah dan drainase longsor dan tapal batas. “Secara garis besar ada jenis kegiatan pembangunan fisik dari usulan musdus ditujuh dusun diwilayah desa Suro. Sedangkan, untuk pemberdayaan masyarakat masih menunggu peraturan bupati (Perbup),”jelas Zairin kepada Harian Silampari, Selasa (16/1).

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Suro Kecamatan Muara Beliti, Abdul Jabar mengapresiasi usulan disampaikan oleh masyarakat. Sehingga, dengan begitu nantinya akan dievaluasi untuk dimasukan dalam anggaran pembangunan belanja desa (APBDes) DD tahun ini. “Untuk usulan nantinya akan kita saring mana yang menjadi skala prioritas dengan menyesuaikan jumlah anggaran untuk kemajuan desa kedepan,”terang Jabar.

Sedangkan, Camat Kecamatan Muara Beliti, Imam Musadar menjelaskan, untuk DD tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Dimana, kucuran dana tersebut diberikan untuk dikelola desa agar pembangunan merata dan kesejahteraan masyarakat meningkat. “Bila tahun sebelumnya pengawasan DD masih bersifat pembinaan. Namun, untuk tahun ini akan dilakukan penindakan bila ada temuan,”tutur Imam.

Selain itu, untuk pengelolaan DD ditahun ini menggunakan sistem keuangan desa mulai dari penyusunan hingga SPJ. Sebab, bila tidak dengan sistem tersebut maka DD tidak bisa diproses. Kemudian, dalam penggunaan dana ini juga masih tetap memperhatikan empat skala prioritas yang belum terakomodir ditahun 2017 maka kembali dimasukan dalam APBDes 2018. Diantaranya Bumdes, Embung Desa, Produk Unggulan dan terakhir sarana prasarana olahraga. “Disamping fisik DD juga diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat. Akan tetapi, tidak semua aspirasi warga belum dapat terealiasi melainkan secara bertahap dan tentunya pembangunan tidak tumpang tindih dengan sumber anggaran lain,”paparnya.

Ditempat yang sama, Pendamping Desa Kecamatan Beliti Bidang Fisik, Penti memaparkan, untuk prioritas DD 2018 untuk pengadaan dan pengembangan pembangunan di permukiman masyarakat.
Diantaranya, perbaikan rumah sehat, penerangan, drainase, tempat pembuangan sampah, jalan poros desa ke lokasi pertanian, jembatan, gorong-gorong. “Kemudian, sanitasi air bersih, jambanisasi, ambulance, alat bantu penyandang disabilitas, posyandu,  taman bacaan, Paud, sanggar seni dan alat pngadaan rabanah, pengadaan usaha ekonomi desa, embung, ternak maupun alat penunjang pemberdayaan masyarakat,” terangnya. (HS-02)