AKBP Agus Setyawan Tinggalkan Mapolres

*Digantikan AKBP Eko Yudi Karyanto

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : FAHRUROZI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>HARU :</strong> Suasan haru saat pelepasan mantan Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan, Senin (28/1).

Silampari Online,

EMPAT LAWANG-Mantan Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan resmi meninggalkan Mapolres tempat dirinya bertugas selama lebih dari satu tahun terakhir.

Muat Lebih

Agus Setyawan dicopot dari jabatannya setelah urinenya terbukti mengadung zat Amphetamin dalam giat tes urine di jajaran Polda Sumsel, baru-baru ini.

Jabatan yang sebelumnya dipegangnya, kini dijabat AKBP Eko Yudi Karyanto dan upacara pisah sambut sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) antara keduanya di Mapolres Empat Lawang, digelar di Mapolres Empat Lawang, Senin (28/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Suasana haru begitu kental terasa dalam upacara pelepasan AKBP Agus Setyawan di Mapolres Empat Lawang, apalagi dalam suasana upacara itu juga diguyur rintik-rintik hujan, hingga membuat suasana sedih semakin menyelimuti sejumlah anggota di Mapolres Empat Lawang.
Usai pelaksanaan upacara, AKBP Agus Setyawan didampingi isteri, Rini Agus Setyawan bergegas masuk ke dalam mobilnya, dan langsung meninggalkan Mapolres Empat Lawang diantar dengan linangan air mata anggota Polres Empat Lawang.

*Kapolres Baru Gelar Pers Rilis
Sementara itu, berselang sekitar lima jam pasca upacara pisah sambut sekaligus upacara Sertijab Kapolres Empat Lawang atau sekitar pukul 14.00 WIB jajaran Polres Empat Lawang, langsung menggelar pers rilis.
Pers rilis berkaitan dengan ungkap kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Empat Lawang yang baru, AKBP Eko Yudi Karyanto diikuti sejumlah awak media cetak dan elektronik. 
“Kita akan melaksanakan pers rilis. Ini merupakan hasil kerja keras dari personel Polres Empat Lawang. Sejumlah kejahatan besar berhasil kita ungkap untuk disampaikan (informasinya) pada hari ini,” ungkap AKBP Eko Yudi Karyanto dihadapan wartawan.
Diantaranya lanjut Eko, ada pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian hewan ternak, pelaku penganiayaan berat (Anirat), termasuk juga kasus Nerkoba yaitu, penemuan ladang ganja. “Ini mengindikasikan bahwa di Kabupaten Empat Lawang ini, ladang ganja itu sendiri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap peran serta masyarakat membantu kepolisian dengan memberikan informasi keberadaan ladang Ganja. Jika tidak bisa memberikan informasi paling tidak jika mengetahui ada pihak keluarga melakukan penanaman ganja, agar melarangnya.
Kemudian pelaku curas dan curat, sesuai dengan arahan pimpinan, kita akan melakukan tindaka tegas terarah dan terukur. Kita akan konsen terhadap pelaku-pelaku ini,” jelasnya.

Tujuan dari ini semua, lanjut dia, supaya masyarakat di Kabupaten Empat Lawang ini menjadi aman dan nyaman dan diharapkan pembangunan di kabupaten ini dapat berjalan dengan lancar,” katanya.(HS-05)