Aldi Terpilih Ketua Osis SMAN 2 Lubuklinggau

TEKS FOTO : Pelajar mencelupkan jarinya ke tinta, pertanda usai menyuarakan hak pilihnya di pemilihan ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Lubuklinggau, Jumat kemarin (9/8).

SILAMPARI ONLINE– SMA Negeri 2 Model Lubuklingau menggelar pesta demokrasi pemilihan ketua OSIS periode 2019-2020. Jumat (9/8). Kegiatan rutin setiap tahun ini, diikuti empat pasangan calon, nomor urut 1, Aldi dan Relma, nomor urut 2, Masita dan Kelvin, nomor urut 3, Agus dan Anugerah dan nomor urut 4, pasangan Inzahagi dan Dea.

Pasangan Aldi dan Relma berhasil meraih suara terbanyak 385 suara, kemudian pasangan nomor urut 4 Inzahagi dan Dea berhasil meraih suara terbanyak kedua dengan jumlah 264 suara. Kemudian Masita dan Kelvin meraih 191 suara dan terakhir pasangan Agus dan Anugerah meraih 163 suara.

“Tidak sah ada 25 suara, sedangkan suara sah sebanyak 1003 suara, total suara 1028. Sehingga ketua dan wakil ketua osis terpilih pasangan nomor urut 1, Aldi dan Relma,”jelas Kepala SMAN 2 Yulianti melalui Waka Kesiswaan Abdul Kadir ketika diwawancarai Harian Silampari.

Pemilhan, layaknya pemilihan umum, ada kampanye penyampaian visi misi, ada masa pendukung, bilik suara dan panitia pemilihan. Rupanya sistem seperti ini sudah SMAN 2 mulai sejak tahun 2012 lalu. “Kami ingin memberikan bagaimana berdemokrasi, hal ini dapat menjadi pengalaman ilmu bagi pelajar setelah terjun ke masyarakat yang memiliki hak memilih dan dipilih suatu saat nanti,” terang Abdul Kadir.

Pihak sekolah bahkan bagaimana mengatur mekanisme pemilihan dari mulai pencalonan. Pertama seleksi calon peserta dan verifikasi bakal calon hingga menjadi calon. Selanjutnya diberi waktu kepada pasangan calon untuk menyebarkan poster dan brosur, mengenalkan program mereka baik itu misi maupun visi.

“Selain itu, ada juga pasangan calon yang mengenalkan program-program mereka dengan tindakan nyata dengan cara mengajak teman-temannya untuk melaksanakan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Abdul Kadir. Selanjutnya pada hari pemilihan, sebelum pencoblosan dimulai, dari keempat calon terlebih dahulu berorasi, atau kampanye terbuka. Sebagai upaya meyakinkan pemilih, bahwa mereka terbaik untuk dipilih.

“Setelah kampanye, barulah diadakan pencoblosan, diawali oleh kepala sekolah, diteruskan para wakil, dewan guru, staff tata usaha, para pengelola kantin,”terangnya.

Mengenai kepanitiaan pemilihan, sudah ada Majelis Perwakilan Kelas atau MPK dan mereka merupakan perwakilan siswa-siswi dari setiap kelas. Jelasnya, yang menjadi anggota MPK merupakan perwakilan dari 28 rombel, dimana dari setiap 28 rombel ada 2 peserta didik atau 2 siswa yang menjadi MPK.

“Nah merekalah yang merencanakan, mengatur dan melaksanakan kegiatan ini dari mulai perencanaan, penghitungan suara sampai nanti penetapan sebagai pemenang dalam pemilihan ini. Untuk tahun ini ketua MPK kita diketuai dari siswa kelas 12 yang bernama Hendri, kemudian ada wakil, sekretaris bendahara. Jadi ada 6 pejabat teras di kepengurusan MPK ini,”terangnya.

Masih kata Abdul kadir, kepada calon terpilih, sekolah menaruh harapan besar dapat meneruskan hal-hal positif yang telah menjadi budaya sekolah. Seperti, SMANDA berbagi kemudian ngelong beramal, terus hal-hal lain yang positif yang sudah sejak lama diprogramkan.

“Kami ingin pengurus baru nanti adalah orang-orang yang memang berjiwa inovatif dan visioner. Intinya mereka mempunyai pandangan kedepan dan kreatif tanpa batas. Sehingga potensi peserta didik di sekolah ini bener-bener dapat digali maksimal pada kapasitas yang tidak terbatas,”pungkasnya.(CW01/HS-02).