Alirkan Air Bersih ke Ratusan KK

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG – Ratusan kepala keluarga (KK) di tiga desa dalam wilayah Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, yakni Desa Karang Dapo Baru, Desa Karang Gede dan Desa Paduraksa, telah mendapatkan pasokan air bersih, dari Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2017.

Muat Lebih

Meski tak ditampik beberapa permasalahan muncul saat pelaksanaannya, namun keberadaan proyek itu dinilai cukup berhasil dan telah memudahkan masyarakat memperoleh air bersih dan pihak desa melalui Badan Pengelola Sarana Pengelolah Air Minun dan Sanitasi (BPSPAM) tinggal melakukan pengembangannya saja, untuk mempertahankan keberlangsungan Pamsimas itu sendiri kedepannya.

Konsultan Distrik Koordinator Pamsimas Kabupaten Empat Lawang, Soemarsono ST mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunan Pamsimas pada tahun 2017, ada beberapa hambatan yang dihadapi pihaknya, namun berkat kerja keras dan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, keberadaan Pamsimas di tiga desa teraebut akhirnya bisa terwujud.

“Alhamdulillah, meski ada halangan yang begitu berat, kegiatan ini bisa berhasil. Bahkan, sekitar tiga minggu yang lalu, sudah kita serah-terimakan, saat itu difokuskan di Desa Karangdapo Baru dengan melibatkan tokoh masyarakat ketiga desa penerima progaram Pamsimas itu,” ungkap Soemarsono didampingi Sekretaris Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, M Mauluddin saat dibincangi Harian Silampari di Tebing Tinggi, Kamis (8/2).

Diceritakannya, saat acara serah-terima tersebut, diapun mengakui bukan tanpa protes masyarakat. Ada beberapa masyarakat, menyampaikan protes bahwa dia belum bisa menerima kegiatan Pamsimas ini. “Itu mereka sampaikan saat di forum (serah-terima) itu, bahwa dia bukan tidak mau menerima, tapi tolong ditinjau lagi semua kegiatan (Pamsas) ini,” ujarnya.

Alasannya, lanjut Soemarsono, warga tersebut merasa dianak-tirikan, karean tidak dapat sambungan rumah. “Namun kita jelaskan, bahwa di Pamsimas ini, RAB-nya itu, yang namanya sambungan rumah itu cuma ada 10 rumah per desa,” jelasnya.

Jadi, lanjut dia, kalau ditotalkan cuma 30 rumah saja dan itu dipilih KK-nya yang memang dianggap peduli dengan air.

Dalam artian kata dia, jika nanti diminta iuran, yang menerima ini sudah sanggup membayar iuran tersebut, karena iuran ini merupakan point penting. “Ketika ini operasional, perlu ada biaya yang dikumpulkan dari masyarakat tadi, untuk biaya pemeliharaan dan biaya operasional pengurus,” urainya.

Masih kata Soemarsono, 10 rumah per desa yang mendapatkan sambungan air gratis ini, juga bisa dipilih karena jasanya saat berlangsungnya kegiatan pembangunan Pamsimas ini dan juga masyarakat yang dinilai merupakan masyarakat miskin yang memang jika tidak disambungkan gratis, tidak mungkin mampu mendapatkan biaya pemasangan saluran rumah.

“Ketika 10 rumah per desa itu terpasang sambungan rumahnya, itu kegiatan itu difungsikan, kita buka keran, ada airnya dan ketika itu ngalir, ya sudah,” cetusnya.

Soemarsono kembali mengatakan, saat ini sudah banyak masyarakat yang menikmati Pamsimas untuk tiga desa (multi desa) ini dan semuanya tidak dipungut biaya. Adapun jumlahnya, di Desa Karang Dapo Baru sebanyak 124 sambungan rumah, di Desa Karang Gede sebanyak 115 sambungan dan di Desa Padu Raksa sebanyak 70 sambungan rumah.

“Jumlah itu sudah melampaui, di luar anggaran biaya, karena di RAB-nya hanya 10 sambungan rumah. Masyarakat sudah banyak diuntungkan, artinya tidak ada yang namanya memberatkan warga, ataupun menjadi keluhan warga,” katanya.

Ditambahkannya, selanjutnya Pamsimas ini akan dikelolah oleh pengurus di desa dalam bentuk Badan yang dinamakan BPSPAM. Badan Inilah yang nantinya akan mengurusi segala yang berhubungan dengan Air Minum dan segala bentuk instalasinya, pembayaranya dan lain-lain.

“Ya, nanti bisa ada iuran, tapi nominalnya belum tau, karena untuk sekarang belum ada. Ya, iuran itu juga untuk biaya pengelolaan sambungan nantinya, serta operasional pengurus,” katanya sembari menambahkan, besaran iuran perbulannya itu awalnya didiskusikan pengurus setelah itu dilempar ke pelanggan untuk dirembukkan kembali, berapa besaran kesanggupannya.

“Ada komponen harus diperhitungkan, yakni operasional pengurus, perawatan peralatan dan pengembangan. Semua itu diambil dari total jumlah iuran demi keberlanjutannya kedepan, agar bisa terus dinikmati masyarakat hasilnya,” tandasnya. (HS-04)