oleh

AMMS dan Gerbang Tani Dukung Pelaksanaan Rehabilitasi Daerah Irigasi

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Aliansi Masyarakat Megang Sakti (AMMS) dan Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang) Tani Musi Rawas (Mura) mengaku mendukung dengan adanya kegiatan pembangunan rehab D.I Kelingi Tugumulyo dan D.I Air Lakitan.

“Kami mendukung dan berterimakasih dengan rencana adanya kegiatan pembangunan rehab D.I Kelingi Tugumulyo dan D.I Air Lakitan. Mengingat, masyarakat Kabupaten Mura yang berpenghasilan utamanya dari petani dan air irigasi menjadi unsur utama yang dibutuhkan,”kata Ketua Aliansi Masyarakat Megang Sakti Hijriah Alam Bintoro kepada Silampari Online, Sabtu (22/5/2021).

Dikatakannya, bahwa setiap kebijakan Pemerintah yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentu harus didukung.

Menurutnya, perlu diketahui bersama berdasarkan keterangan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII saat ini kondisi D.I Kelingi Tugumulyo, banyak saluran irigasi yang sudah sedimen atau mengalami pendangkalan, dan air dari kolam ada yang terbuang ke drainase dan saluran banyak penyempitan karena bangunan. Sehingga kondisi ini, area di hilir seluas lebih kurang 2.518 Hektar tidak mendapatkan air irigasi secara optimal jadi ini kan tentunya memerlukan upaya untuk mengatasi persoalan tersebut.

Senada disampaikan sekretaris Gerbang Tani Mura, Sunardi Karim bahwa pihaknya juga mendukung dengan adanya rehabilitasi daerah Irigasi di Kabupaten Mura.

“Ini program dari Pemerintah pusat jadi harus bagaimana, kalau tidak kita dukung,”tutur Sunardi.

Hanya saja, agar pembangunanya nanti jangan sampai menimbulkan gejolak, pemerintah daerah harus dapat memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat petani saat proses pengerjaan tersebut dilaksanakan. Sebab, sudah pasti pengerjaan yang memakan waktu tersebut akan memberikan dampak salah satunya mungkin  petani sawah itu sendiri, mereka akan kehilangan pendapatan karena tak bisa menggarap lahan sawah dengan ditanami padi. Sehingga, disinilah bagaimana pemerintah daerah nantinya dapat memberikan solusi yang tepat supaya dengan tidak bisanya mereka menggarap sawah namun tetap memiliki mata pencaharian dan penghasilan.

“Saya optimis pemerintah daerah sudah menyiapkan dan memikirkan hal tersebut,”pungkasnya. (Musyanto)