Anarkis Cukup Hanya di Simulasi

Suasana mencekam kericuhan pengunjuk rasa dengan aparat pada saat simulasi pengamanan pilkada, Rabu (14/2)

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Ratusan massa mengamuk di Kantor KPU Kota Lubuklinggau, Rabu (14/2). Mereka diduga pendukung salah satu kandidat yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara yang ditetapkan KPU Kota Lubuklinggau. Massa terus bertindak anarkis membakar dan merusak fasilitas umum. Beruntung aparat gabungan Tripatra (Polres Lubuklinggau, Brimob dan Kodim 0406 MLM) sudah bersiaga untuk mengantisipasi dan mengamankan kericuhan tersebut. Sejumlah provokator berhasil diamankan tim tindak Satreskrim Polres Lubuklinggau.
Demikian skenario simulasi sistem pengamanan Kota Lubuklinggau yang dipimpin Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar dan Kaden B Pelopor AKBP Eko Yudi di halaman parkir stadion Kayu Ara depan KPU Kota Lubuklinggau, Rabu (14/2).
Dalam skenario simulasi kemarin juga digambarkan kericuhan sebelumnya terjadi pada saat pencoblosan suara dalam pemilihan kepala daerah. Terlihat salah seorang warga tidak terima dan menyalah gunakan hak suaranya pada saat pencoblosan tersebut. Kemudian pada saat massa berunjuk rasa Ketua KPU keluar dan mendatangi mereka menyampaikan jawaban atas permintaan massa tersebut. Namun, massa masih tidak diterima langsung melakukan aksi pelemparan. Suasana semakin memanas, datang satu unit mobil watercanon langsung menembakkan air ke arah pengunjuk rasa.
Awalnya massa sempat mundur sementara. Namun massa kembali maju, sehingga aparat menembakkan gas air mata. Terlihat satu orang masa terkena tembakan. Massa semakin memanas dan melakukan kekerasan serta pengerusakan. Tidak lama kemudian, datang 6 unit motor dikendarai Anggota Brimob dan Satreskrim Polres Lubuklinggau bersenjata lengkap menghalau massa.
Selain Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar, Kaden B Pelopor AKBP Eko Yudi dalam simulasi kemarin hadir juga Dandim 0406/MLM, Asisten II Setda Kota Lubuklinggau Rusli. Serta Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kota Lubuklinggau, Rustam Efendi-Rizki Aprilia, Toyib-Sofyan.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar didampingi Kaden B Pelopor AKBP Eko Yudi.K mengatakan, pengamanan Pilkada yang dilakukan didukung oleh Brimob dan Kodim 0406/MLM. Kegiatan sistem pengaman kota dalam rangka menghadapi pilkada serentak nantinya.

“Kegiatan ini dilakukan jika terjadi situasi kontinjensi yang membutuhkan seluruh elemen kekuatan yang dinamakan Tripatra. Dalam hal ini Polres Linggau, Brimob dan TNI bersatu padu mengamankan wilayah Linggau,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, seluruh tahapan-tahapan, kegiatan alih ganti kekuatan dan lain sebagainya harus dilatih terlebih dahulu. Selain itu, pembagian peran tugas dan cara bertindak, sehingga manakala terjadi situasi kontinjensi seluruh elemen Tripatra sudah paham harus berbuat apa. Kemudian dimana dia harus bertugas dan apa yang harus dilakukan. “Ini harus kita latih, manakala terjadi situasi kontinjensi seluruh elemen Tripatra ini sudah siap akan hal itu. Sehingga, sinergitas latihan ini dalam menghadapi situasi kontinjensi ini betul-betul bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Ia berharap agar apa yang dilaksanakan kemarin hanya sebatas simulasi pengamanan Pilkada. Jangan sampai skenario yang diperagakan terjadi yang sebenarnya.
Namun jika itu memang terjadi nantinya, maka dianggap perlu untuk berupaya melakukan hal kekerasan. “Inilah yang harus kita hindari. Jika itu sampai terjadi maka, pasti ada yang terluka, tersakiti dan lain sebagainya,” ucapnya.(HS-07)l