oleh

Ancam Golput, Warga Panglero dan Sopa Mendesak Penambahan TPS Pilkades

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Warga Dusun VII Panglero dan Dusun VIII Sopa, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) menambah jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana, hal ini u<span;>ntuk mendapatkan hak pilih secara maksimal dalam menentukan pemimpin Desa selama enam tahun kedepan.

“Jarak Dusun Panglero dan Sopa dengan Desa induk cukup jauh, yakni harus memutar dari Kecamatan BTS Ulu, Sukakarya, Tuah Negeri dan Muara Kelingi, baru masuk ke Kecamatan Muara Lakitan. Sehingga, ini alasan kami mendesak ada penambahan TPS di Panglero dan Sopa,”kata Kepala Dusun (Kadus) Panglero Desa Semangus Kecamatan Muara Lakitan, Rusdi kepada Silampari Online, Kamis (25/2/2021).

Dikatakannya, disamping jarak yang jauh. Tentunya akses dari Panglero dan Sopa ke Kecamatan BTS Ulu cukup jelek, sehingga membuat kesulitan warga. Sehingga, jika pihak panitia masih memaksa untuk tidak menempatkan TPS disini, maka warga Dusun Panglero dan Sopa akan tidak ikut berpartisipasi dalam menentukan Kades Semangus Lama.

“Kami tidak memaksa warga untuk memilik Pilkades. Sebab akses memang jelek dan tidak bisa ditempuh mengunakan kendaraan, paling maksimal yang memilih hanya 35 persen, itupun saya pesimis karena warga sudah sepakat tidak akan memilih,”terangnya.

Menurut ia, terkait hal tersebut maka pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia. Dimana, mereka beralasan bahwa anggarannya kurang, makanya pihaknya menyurati Bupati dan Komisi 1 DPRD Mura.

“Kami sangat berharap Bupati Mura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk merealisasikan permintaan kami, sebab kondisi alam yang memaksa kami untuk menentang keputusan panitia Pilkades. Kami ingin ikut dalam pemilihan agar Kepala Desa (Kades) terpilih, sesuai dengan harapan warga Desa,”paparnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Mura, Ahmadi Zulkarnain, melalui Kabid Pemdes Rian Pratama menjelaskan, pihaknya sudah menerima surat dari warga Dusun Panglero dan Sopa dan ditandatangan 139 warga.

“Sesuai ketentuan, maka permintaan warga tersebut dapat direalisasikan, selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan panitia Desa,”tutur Rian.

Menurutnya, warga Dusun Panglero dan Sopa terhalang oleh akses untuk ke Desa induk. Makanya sangat dibutuhkan untuk disediakan TPS di Dusun Panglero dan Sopa, informasinya disana sudah ada tempat memadai untuk dijadikan TPS.

“Dalam waktu dekat akan diputuskan, saya berharap warga bersabar. Sehingga Pilkades berjalan sesuai dengan harapan,”harapnya.

Terpisah, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Mura, Nawawi mengakui, permintaan warga Panglero dan Sopa cukup simple dan bisa direalisasikan untuk kesuksesan Pilkades.

“Kompromi saja, jika memang alasannya masuk akal maka panitia Pilkades berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan DPMD,”pungkasnya. (Kris)