Anggaran Lampu Jalan Dinilai Tidak Transparan

Pelaksanaan pemasangan lampu jalan di Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Foto : Darul Qutni/Silampari Online.

SILAMPARI ONLINE, KEPAHIANG – Anggaran pemasangan lampu jalan yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2019, di Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, dinilai tidak transparan.

Informasi yang berhasil dihimpun, Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, melaksanakan pemasanga lampu jalan di desa itu, sekitar 263 unit, yang tersebar di wilayah desa itu, untuk merealisasikan Dana Desa tahun anggaran 2019.

Bacaan Lainnya

Anehnya, terjadi ketidaksinkronan penyebutan jumlah anggaran antara Sekretaris Desa, Kepala Desa dan tukang las yang mengerjakan tiang lampu jalan tersebut, saat dikonfirmasi wartawan.

Sepertu pengakuan Sekdes Barat Wetan, Salih saat dihubungi via telepon, (selasa 4/2/2020) lalu, bahwa untuk lampu jalan tersebut, desanya menganggarkan Rp 400 ribu per unit dan SPJ lansung dari Bengkel Fahri yang mengerjakan tiang lampu jalan itu.

Namun di lain pihak, Kepala Desa Barat Wetan, Bejo menjelaskan bahwa satu unit lampu jalan dianggrakan Rp 600 ribu per unit dan SPJ dibuat oleh desa.

Pernyataan yang berbeda dari pihak bengkel las yang mengerjakan tiang lampu jalan tersebut justru mengejutkan.

Pihak Bengkel Fahri yang terletak di Kelurahan Padang Lekat Kepahiang pada (Rabu, 5/2/2020) lalu mengatakan, bahwa per unit lampu jalan pihaknya dibayar Rp 250 ribu dan pihaknya tidak pernah membuat SPJ. Dalam hal ini pihaknya hanya meberikan kwitansi kosong, stempel, dan NPWP bengkel.

Sementara itu, saat kembali diminta klarifikasinya melalui layanan pesan instan Whatsapp (WA), Kepala Desa Barat Wetan, Bejo justru meminta datang ke rumahnya.

“Ke rumah bae sanak k(e)lak sore, pagi ini saya mau ke polres ada urusan,” tulis Bejo dalam pesan WA-nya. (KHS-06)