Anggaran OPD Dipangkas 30 Persen

foto: Ist H Mardjito Bahri

SILAMPARI ONLINE– Menyongsong Tahun Anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten OKU dihadapkan agenda yang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sehingga berimbas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mengencangkan ikat pinggang di tahun anggaran 2020 mendatang. “Tahun depan, anggaran banyak digunakan untuk Pilkada, pembangunan rumah sakit, tunjangan kinerja (tukin) yang membutuhkan anggaran puluhan hingga ratusan miliar. Belum lagi untuk keperluan pembangunan infrastruktur lainnya,” ucap Ketua DPRD OKU, H Mardjito Bahri.

Diungkapkan politikus Partai Gerindra OKU ini, saat ini DPRD OKU bersama Pemerintah Kabupaten OKU tengah menggodok persiapan anggaran itu. “Hal inilah yang menjadi alotnya pembahasan di Badan Anggaran (Banggar),” ujar Mardjito. Untuk menutupi defisit APBD TA 2020 mendatang, Pemerintah Kabupaten OKU melakukan rasionalisasi (pengurangan) anggaran di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Tentu dengan efisiensi di setiap SKPD,” imbuh Mardjito.

Muat Lebih

Diungkapkan Mardjito, setiap SKPD mengurangi anggaran sekitar 20 – 30 persen. Sebelum defisit anggaran, semua SKPD merampingkan anggaran. “Prioritas dana hibah Pilkada dan pembangunan rumah sakit,” ujar Mardjito. Perampingan anggaran ini, lanjut Mardjito, berdampak terhadap pembangunan infrastruktur. Seperti Dinas PU Perkim, PU PR, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sangat membantu OKU meraih Adipura.

“DLH itukan selama ini bantu pembangunan juga. Seperti untuk mendapatkan Adipura. Itu juga butuh dana. Namun tahun depan dirampingkan semua. Untuk PU Perkim kalau tidak salah mendapat alokasi sekitar Rp 35 M. Padahal normalnya di bawah Rp200 M. PU PR juga demikian,” ungkap Mardjito. Mardjito meminta setiap SKPD untuk melakukan terobosan. “Termasuk memperjuangkan anggaran dari pemerintah pusat,” pungkas Mardjito.

Sumber : Oku Pos