Aparat TNI Bantu Petani Tanam Padi

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG – Pasca musim panen padi di beberapa wilayah Kabupaten Empat Lawang, para petani di kabupaten ini kembali melakukan pembibitan ulang setelah melakukan penggemburan lahan persawahannya.

Muat Lebih

Seperti halnya yang dilakukan di salah satu wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, penanaman padi diatas lahan seluas 2 hektare di Kelurahan Tanjung Makmur, yang dilakukan Kelompok Pertanian (Poktan) bersama dengan  Anggota dari Koramil 405-01 Tebing Tinggi, sebagai pendamping saat prosesi penanaman bibit padi. Rabu (14/2).

Lahan seluas dua hektare tersebut ditanami bibit padi menggunakan metode tanam sistem  jajar legowo (Jarwo) 1×4 dengan jarak tanam yang digunakan 25 cm pada tiap-tiap sudut jarak bibit yang ditanamkan.

Hal ini dilakukan agar penanaman efektif dan juga dapat menghemat pembibitan (efesien, red) karena dengan melakukan sistem tanam jajar legowo ini dalam satu hektar para petani hanya cukup mengeluarkan benih sebanyak 25Kg per hektarnya. Disamping itu metode ini ini juga dapat menghasilkan benih dari dua sampai tiga bibit yang ditanam dapat berkembang dalam satu rumpun menjadi 20 sampai 30 batang bibit yang dihasilkan lagi.

Komandan Koramil 405-01 Tebing Tinggi, Kapten Sudiyono ketika dibincangi wartawan mengatakan, TNI merupakan bagian dari rakyat yang harus ikut terlibat dalam membantu kepentingan rakyat seperti yang dilakukan pihaknya saat ini. 

“Kita bagian dari masyarakat, jika TNI terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan baik pada masyarakat, TNI akan kuat untuk negara,” katanya.

Metode penanaman dengan sitem jarwo ini sangatlah mudah perawatannya dilakukan oleh para petani tersebut karena dengan bantuan sinar matahari langsung pertumbuhan dan perkembangan bibit padi dapat dengan mudah tumbuh.

“Masa umur Varietes inpari 30 hari mulai dari penyemaiannya dan masa panennya dapat dilakukan setelah memasuki 105 hari kedepan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, jenis Varietes inpari yang ditanamkan pada kelompok tani pimpinan bapak Endang warga Kelurahan Tanjung Makmur ini adalah jenis inpari 30 berlebel putih yang biasa digunakan para petani dengan metode sistem tanam Jarwo.

“Iya dari hasil penanaman bibit tersebut para petani nantinya dapat menghasilkan panen dalam satu hektarenya kurang lebih 5 sampai 5,5 ton setiap musim panen tiba,” tukasnya (HS-04)