oleh

Aplikasi e-RK Efektif Pantau Kinerja PNS Pemkab Mura, Rajin Kerja Tunjangan Full

-Musi Rawas, Utama-170 Dibaca

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melakukan pemantauan terhadap aktivitas dan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Mura melalui aplikasi elektronik Remunerasi Kinerja (e-RK). Bahkan, bagi pegawai yang malas kerja, akan berdampak pada penurunan penghasilan dari tunjangan kinerjanya setiap bulan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mura, H Rudi Irawan Ishak mengatakan, penerapan aplikasi e-RK dilingkungan Pemkab Mura dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Dimana, dari hasil evaluasi yang dilakukan, salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah melalui teknologi.

“Dari evaluasi selama ini mungkin melalui teknologi bisa mengubah pola perilaku kerja pegawai. Maka kita gunakan aplikasi e-RK ini untuk diterapkan dilingkungan Pemkab Mura,”jelas Rudi kepada Silampari Online, Sabtu (20/2/2021).

Dikatakannya, penerapan aplikasi e-RK ini sudah dimulai sejak awal Januari 2021. Dimana, p<span;>ada tahap awal diterapkan di tujuh OPD, yaitu di Sekretariat Daerah, Inspektorat, BKPSDM, BPKAD, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, sebagai pilot project. Dan pada 1 Februari 2021, secara resmi diterapkan diseluruh OPD.

“Selama dua bulan penerapan aplikasi e-RK ini, PNS Mura sudah bisa menyesuaikan diri. Aplikasi ini juga bersifat berkeadilan.
Artinya, tambahan penghasilan dan kinerja terukur melalui e-RK. Kalau dulu, pegawai yang kerja dan tidak kerja sama dapat tunjangan sesuai dengan tingkatan. Namun, dengan e-RK ini tak bisa lagi, kalau tidak kerja ya tidak dapat tunjangan kinerja, karena semuanya terukur melalui teknologi,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musirawas, DR Nanti Kasih, menjelaskan sejak e-RK berjalan sekitar satu bulan ini, terasa sekali perubahannya.

“Kinerja pegawai meningkat karena terukur melalui e-RK ini dan bagi yang tidak kerja maka tidak dapat tunjangan. Bahkan, itu bukan kepala OPD yang melakukan pemotongan, tapi sistem melalui kinerja diri sendiri. Berapa dapatnya setiap bulan, tergantung dengan kinerjanya yang terukur melalui aplikasi e-RK ini dan validasi dilakukan setiap hari,”tutur Kasih.

Terlepas dari itu, penilaian kinerja melalui aplikasi e-RK ini dilakukan secara berjenjang. Dimana kinerja ini akan diverifikasi mulai dari bawah hingga ke tingkat pimpinan OPD.

“Dengan aplikasi e-RK, semua sudah teragenda. Aplikasi ini cukup bagus, kita selaku pimpinan OPD tak perlu lagi repot-repot negur bawahan supaya rajin kerja. Tergantung mereka sendiri, kalau penghasilan mau full ya harus rajin kerja. Ini artinya kinerja diatur sistem, alat dan aplikasi,”pungkasnya. (Kris)