Arab Saudi Cabut Larangan Perjalanan

TKI di Arab Saudi

silampari online

Arab Saudi mencabut larangan perjalanan terkait Covid-19 pada 1 Januari 2021. Ini dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) Selasa (15/9). Sementara Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menjemput langsung 52 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang terlantar di Arab Saudi dan viral di situs Youtube akhirnya dipulangkan ke tanah air.

Bacaan Lainnya

vAKARTA – Kementerian Dalam Negeri setempat mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2021, semua pembatasan masuk dan keluar warga negaranya akan dicabut dan semua sarana transportasi darat, laut dan udara akan dibuka kembali dengan tetap mengikuti prosedur pencegahan Covid-19 saat ini.

Selain itu, sejumlah kalangan, termasuk pegawai negeri, pengusaha, mereka yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri dan pelajar akan dibebaskan dari pembatasan mulai 15 September.

Warga negara Dewan Kerjasama Teluk juga akan diizinkan masuk dan keluar negara itu mulai 15 September, sementara keputusan untuk mengizinkan dimulainya Umrah akan dinilai secara terpisah tergantung pada tingkat penyebaran virus.

Sementara itu, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani mengatakan 52 PMI tersebut berangkat melalui jalur non prosedural dan diduga merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Mereka terlantar di Arab Saudi, akibat tidak diberikan gaji dari majikannya selama bekerja sejak tahun 2018 silam. Mereka menuntut agensi yang menjadi penyalur agar haknya diberikan,” ujar Benny melalui keterangan persnya yang diterima Anadolu agency.

Menurut Benny, PMI itu diberangkatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) El Safah, Putra Timur Mandiri, dan Anugerah Aumner Rezeki pada 2018. Mereka bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“BP2MI akan segera melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri, karena perusahaan tersebut merupakan penyalur ilegal, yang diduga melakukan tindak pidana,” kata Benny Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, PMI ini akan didata untuk menjalani karantina sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. (mas/bro/siberindo.co)