ASN Diminta Sejukan Suasana Pilkada

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) hendaklah memberikan pemahaman yang menyejukkan bagi masyarakat bukan memprovokasi atau memperkeruh suasana. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Syahrial Podril usai membuka acara Sosialisasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Hotel Kito, Senin (26/2).

Menurutnya, ASN ada aturan tertentu dalam Pelaksanan Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) apalagi dirinya sudah pernah mengikuti sekaligus mendengarkan secara langsung penyampaiannya Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo saat mengikuti Rakernas tentang Pemilukada, bahwa ASN Berperan penting dalam penyelenggaraan Pemilukada di Kabupaten atau Kota.

“Ada tujuh larangan ASN salah satunya tidak boleh befoto dengan Pasangan Calon (Paslon) atau calon Kandindat. Tujuh larang itulah yang ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri, ini harus kita taati sebagai ASN,” ungkapnya.

Namun sambungnya, yang masih dibahas saat Rakernas tersebut apabila istri atau suami berstatus PNS diantaranya ada yang menjadi Calon Kandidat bisa berfoto namun tidak boleh membawa atau menggunakan atribut ASN. Mengenai aturan tersebut saat ini masih dalam pembahasan.

“Ada beberapa aturan yang boleh ASN untuk berfoto dengan calon Kandindat seperti istri atau suami yang ikut sebagai calon, tapi aturan itu sekarang sedang dibahas,” katanya.

Untuk itulah, dia menghimbau kepada semua ASN di Empat Lawang untuk mengikuti amanat tersebut mengingat Kabupaten Empat Lawang saat ini termasuk dalam Pemilukada. “Saya harap ASN bisa mentaati aturan itu, apa lagi yang hadir dalam acara ini ada Kepala SKPD, camat maupun sekcam,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setiawan mengatakan, dirinya mengajak semua penyelenggara Pemilukada termasuk insan pers untuk memberikan hal yang menyejukkan untuk masyarakat Empat Lawang supaya pelaksanaan Pilkada baik gubernur dan Bupati bisa berjalan dengan lancar.

“Termasuk juga pegawai negeri janganlah memberikan ataupun menghasut masyarakat tapi berikanlah pemahaman yang bagus atau menyejukkan supaya kedepan tidak lagi terjadi keributan,” himbaunya. (HS-04)