Aspedi Gelar Wedding Exhibition

SILAMPARI ONLINE,

Palembang – Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Sumatera Selatan menggelar acara Wedding Exhibition dengan tema “Wedding Exhibition In New Normal Era” di Palembang Indah Mall (PIM), Juma’at(25/09/2020).

Bacaan Lainnya

Ketua Aspedi Provinsi Sumatera Selatan Zainal Arifin atau yang lebih dikenal Zainal Songket mengatakan, Aspedi pertama kali mengadakan Wedding Exhibition yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diadakan dari tanggal 25 september sampai dengan 5 oktober 2020 dan sesi kedua diadakan pada tanggan 5 Oktober dan 18 Oktober 2020.

“Dengan banyaknya antusias dari para pengusaha dekorasi yang selama ini mati suri akibat pandemik yang melanda. Sudah tujuh bulan kami di rumah saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, berbagai usaha untuk menghidupkan kembali yaitu wedding new normal dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Insya Allah mudah-mudahan dengan adanya wedding exhibition ini para pengantin dan para calon pengantin mulai mengadakan tetapi dengan cara protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebagai pengusaha dekorasi dia berharap supaya pemerintah mendukung. Akhirnya pemerintah mengeluarkan pergubnya. Artinya diperbolehkan menyelenggarakan dengan cara new normal dengan berdasarkan protokol kesehatan.

“Boleh dilakukan dengan catatan 50% dari yang biasanya. Misalkan tempatnya 200 jadi 100 itu juga dengan standar protokol kesehatan harus memakai masker, menyediakan hand sanitizer atau mencuci tangan dan menjaga jarak kurang lebih satu meter,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Provinsi Sumatera Selatan H.M Edward Juliartha mengatakan, acara ini adalah sebuah bentuk kreatifitas untuk menghidupkan kembali kegiatan yang selama tujuh bulan vacum.

“Saya sampaikan bahwa kita tetap harus mewaspadai pandemik. Kita tidak tahu sampai kapan pandemik ini berakhir,” ujarnya.

Dia menambahkan, saya minta dalam menyelenggarakan acara harus mengacu pada pergub no. 37 tahun 2020. Artinya tetap beraktivitas dengan protokol kesahatan. Jadi harus belajar mendisiplinkan diri.

“Sebagian beranggapan kalau memakai masker itu tidak cantik, padahal ini untuk menjaga kita semua. Ini hanya bagian dari ikhtiar. Kita tahu sisi kesehatan dan sisi perekonomian harus seiring berjalan,” pungkasnya. (vin)