Atasi DBD Harus Terapkan PHBS

  • Whatsapp
Cikwi, Kadinkes Lubuklinggau


SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Meningkatnya curah hujan beberapa waktu terakhir rupanya tak hanya berdampak pada naiknya debit air sungai. Dampak lain yang dirasakan warga dan harus segera diantisipasi pemerintah yakni mulai berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bacaan Lainnya

“Musim hujan tetap kita waspadai, kemungkinan penyaki-penyakit yang terkait dengan musim hujan salah satunya yakni penyakit DBD dan malaria,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Cikwi Faris saat diwawancara Harian Silampari, Senin (17/2/2020).

Masih kata Cikwi, oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar kiranya air yang tergenang harus segeralah dialihkan ke selokan yang paling pokok itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah masing-masing. “Karena kedatangan nyamuk itu bukan datang tiba-tiba tetapi datangnya dengan waktu yang lama karena dibiarkan, itu lah kelemahan kita, termasuk misalnya semua benda yang bisa menampung air, oleh karena itu tolong untuk di lakukan PHBS,” ungkpanya.

Lanjut Cikwi, Kalau untuk kasusnya pihak Dinkes harus mengujinya terlebih dahulu melalui Lab, jadi tidak bisa langsung mengatakan kalau itu positif. “Sejauh ini untuk di tahun 2020 mulai dari Januari sampai Febuari belum begitu naik sinifikan, biasanya sinifikan itu ketika betul-betul di musim penghujan,”ujarnya. Cikwi menjelaskan, untuk pemetaan wilayah kasus penyakit DBD ini dirinya mengatakan jangkauan tercepat itu adalah Pukesmas dengan jaringanya yakni Pustu. “Mereka ini selalu melakukan edukasi kepada masyarakat yang mana disetiap pertemuan lintas sektoral antara lain edukasi yang diberikan yaitu PHBS, Pembersihan dan Gotong royong, oleh karena itu kita himbaukan kemasyarakat,”jelasnya.

Cikwi menambahkan, untuk fogging dalam ilmu di Kementrian Kesehatan itu tidak dianjurkan lagi fogging itu, “Kenapa, fogging itu sendiri yang pertama dibunuhnya itu adalah nyamuk yang seketika itu saja, telurnyakan tidak serta yang didalam airkan tidak terkena, kemudian yang kedua dari hasil penelitihan di Kementiran Kesehatan itu menyatakan nyamuk-nyamuk yang di fogging tadi dia tidak mati kemungkinan bisa hidup lagi, nah naymuk yang hidup lagi ini kalau di fogging lagi dia tidak mati lagi nyamuk itu menjadi kebal, Oleh karena itu dirinya mengatakan kepada masyarakat fogging bukan satu-satunya, tetapi memang ada tugasnya membunuh nyamuk yang sedang ada. Paling pokoknya itu adalah PHBS atau pemberantasan sarang nyamuk (PSN),”paparnya(Fyh).