Awas, Pasien COVID-19 Berisiko DBD

  • Whatsapp
Warga saat melakukan fogging untuk membasmi nyamuk demam berdadarah di Perum Cluster Ciledug Land, Kota Tangerang, Banten, (15/6). Menyemprotan ini dilakukan untuk untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti pembawa virus demam berdarah dengue (DBD) mengingat data dari Kemenkes RI kasus DBD di Indonesia mencapai 17.820. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

SILAMPARI ONLINE,
Hasil penelitian menyebutkan pasien COVID-19 juga berisiko terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data Kemenkes, wilayah dengan angka COVID-19 tinggi, juga ditandai jumlah DBD yang tinggi pula.

“Prinsipnya sama. DBD adalah penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Vaksin yang ada juga belum terlalu efektif,” kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi di Graha BNPB Jakarta, Senin (22/6).

Bacaan Lainnya

Upaya mencegah DBD adalah menghindari gigitan nyamuk melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Dari 460 kabupaten dan kota yang melaporkan adanya kasus DBD, sebanyak 439 di antaranya juga ada kasus COVID-19. “Artinya memungkinkan seseorang kalau terinfeksi COVID-19, maka juga berisiko terinfeksi demam berdarah,” paparnya.(rh/fin)