AYO NGELONG KE LUBUKLINGGAU 22.2.22

Oleh : Erwin Armeidi

Bacaan Lainnya

Lubuklinggau adalah sebuah Daerah Otonom yang dibentuk 18 tahun yang lalu, berdasarkan Undang-Undang Nomor7 Tahun 2001. Sejak awal berdirinya Kota ini, sudah disadari betul bahwa Lubuklinggau tidaklah memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti daerah induk Musi Rawas ataupun si adik bungsu Kabupaten Musi Rawas Utara.

Lubuklinggau memiliki daya tarik sebagai daerah transit dan sebagai pusat perekonomian bagi daerah-daerah sekitar. Sejarah mencatat, dipindahkannya jalur kereta api dari Palembang yang dulu berujung di Muara Beliti ke Kota Lubuklinggau pada tahun (1947), bukti bahwa Kota ini telah di prediksi memiliki prospek perkembangan yang baik kedepan.
Menyitir pernyataan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lubuklinggau Ibu Hj. Yetti Oktarina Prana bahwa Kota Lubuklinggau tercinta ini seperti Negara Singapura. “Lubuklinggau tidak punya semuanya tetapi di Lubuklinggau ada semuanya“. Kita tahu pokat dan gula merah itu terkenal sebagai buah tangan dari Kota Lubuklinggau, walaupun tanaman pokat dan pohon aren berasal dari daerah tetangga di Kabupaten Rejang Lebong, sebagai mana kita mengenal Bali dengan kerajinan peraknya padahal Bali sendiri tidak memiliki sumber daya perak itu sendiri.
Untuk mensiasati kondisi daerah yang demikian, butuh program kerja yang cerdas dan pemimpin visioner agar mampu membaca perkembangan daerah untuk masa yang akan datang. Lubuklinggau bukanlah ibukota propinsi yang akan sangat terbantu karena peran Gubernur yang sangat besar, atau daerah yang memiliki sumber daya alam dan juga keindahan alam sehingga tanpa banyak promosi pun orang akan datang.
Kondisi Ini perlu di carikan jalan agar kota ini mampu sejajar dan di kenal oleh masyarakat di luar daerah. Kita membutuhkan ide-ide dan gagasan yang besar untuk dapat mewujudkan itu, dan kita butuh pemimpin daerah yang memiliki keberanian dan jiwa entrepreneurship untuk bisa mewujudkan mimpi besar itu.
Pemerintah Kota Lubuklinggau telah mencanangkan program Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22.2.22. yang sudah di launching pada tanggal 17 Oktober 2019 pada saat peringatan HUT ke 18 Kota Lubuklinggau dan akan diawali dengan kegiatan “ Road To Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau” yang akan di laksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 22 Februari 2020.
Apa itu Ayo Ngelong ke Lubuklinggau, 22.2.22 ?
Ngelong dalam bahasa daerah setempat adalah jalan-jalan. Di tahun 2022 nanti, dari awal hingga akhir tahun diharapkan berbondong-bondong masyarakat datang untuk mengunjungi Kota Lubuklinggau. Sepanjang tahun itu, akan dilaksanakan berbagai kegiatan yang berskala daerah, regional, nasional bahkan internasional. Baik pertemuan Kepala Daerah, pertemuan Sekda, pertemuan berbagai organisasi profesi seperti ikatan dokter, ikatan bidan, ikatan wartawan, kegiatan keolahragaan, kegiatan sosial dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat mengumpulkan massa dalam jumlah yang besar. Suatu stimulans agar orang mau melakukan kegiatan di Kota Lubuklinggau. Konsep cerdas yang telah dirancang oleh pemimpin cerdas.
Pemerintah Kota Lubuklinggau akan mendukung kegiatan yang dilaksanakan dengan menyediakan anggaran. Tentunya akan ada perputaran uang lebih dari dana yang dianggarkan, karena dengan berkunjungnya tamu ke Kota Lubuklinggau tentu mereka akan mengeluarkan biaya baik untuk akomodasi, makan minum, membeli buah tangan dan keperluan lainnya, hal ini tentunya akan berdampak terhadap perputaran perekonomian di masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan Walikota Lubuklinggau mengatakan bahwa ada 4 (empat) potensi yang dimiliki oleh Kota Lubuklinggau untuk mendukung program 22.2.22 yaitu :
1. Bandara Silampari. Meskipun termasuk kategori Kota sedang dengan penduduk sekitar 200 ribu jiwa, Bandara Silampari telah menjadi pendukung tranportasi untuk memudahkan orang datang ke Lubuklinggau. Jadwal penerbangan langsung ke Jakarta sebanyak 2 kali sehari dan 2 kali penerbangan ke ibukota Propinsi di Palembang, memangkas jauhnya jarak tempuh untuk datang ke Kota Lubuklinggau,
2. Ketersediaan Hotel. Rasio jumlah calon tamu dan jumlah kamar yang tersedia haruslah seimbang. Saat ini sudah berdiri berbagai hotel berbintang dengan ballroom atau ruang pertemuan yang cukup besar. Pemerintah Kota Lubuklinggau terus mengundang investor yang akan membangun hotel untuk menghadapi kegiatan dimaksud.
3. Kuliner. Kota Lubuklinggau memiliki tempat kuliner yang cukup untuk dapat menampung kunjungan tamu, dengan berbagai jenis makanan khas daerah maupun kekinian.
4. Wisata. Meskipun Lubuklinggau tidak dianugerahi keindahan alam seperti layaknya daerah wisata yang ada di Indonesia tetapi paling tidak kita memiliki tempat yang bisa dijadikan icon bahwa kita sedang berada di Kota Lubuklinggau. Potensi wisata seperti air terjun Temam; Masjid agung Assalam dengan menara kembar, air mancur dan taman kurmanya; Watervang; Bukit sulap dengan inklinatornya/kereta miring; Kampung Warna-Warni; Kampung Markisa;dan lainnya terus dikembangkan. Dalam waktu dekat, akan dibangun destinasi wisata baru, seperti danau dan pantai buatan sebagai program unggulan Pemerintah Kota Lubuklinggau.
Demi “Ayo NgelongkeLubuklinggau 22.2.22”, Pemerintah terus berbenah diri. Infrastrukur dipersiapkan untuk dapat menerima kunjungan ditahun tersebut, pihak swasta pun turut mengambil peran, demikian juga dukungan masyarakat Kota Lubuklinggau diharapkan perannya untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban keindahan dan kebersihan Kota, serta kesiapan masyarakat dalam bentuk keramahtamahan kepada seluruh tamu, merupakan prasyarat utama agar tamu dari luar berkeinginan datang untuk berkunjung dan nyaman selama berada di Kota Lubuklinggau.
Langkah awal telah dicanangkankan dan pada tanggal 20 Februari 2020 nanti akan di dilaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka “Road To Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau 22.2.22” dalam bentuk Festival Bukit Sulap, sebuah festival dengan mengambil nama bukit sulap yang merupakan icon Kota Lubuklinggau, berbagai kegiatan dilakukan antara lain : Festival sulap, Festival Kuliner Khas Lubuklinggau, Lomba cipta Souvenir (cinderamata), Lomba Barista, Kontes Ikan Silampari, Linggau Photography, Kontes Bonsai, Lomba Merpati Balap, Recycling Fashion Show dan Lomba Kicau Mania Lubuklinggau, tentunya berbagai kegiatan yang telah dirancang diharapkan dapat menimbulkan dampak langsung kemasyarakat Kota Lubuklinggau.
Mudah-mudahan dengan semangat bersama kita bisa, kita bisa bersama, Program”Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22.2.22” akan sukses.
Linggau Bisa………………..

Penulis : ASN dilingkunganPemerintah Kota Lubuklinggau