Badan POM Bongkar Sindikat Produsen Mie dan Tahu Berformalin

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU – Tim penindakan BBPOM Palembang dan BPOM di Lubuklinggau berkoordinasi dengan Polda dan Pol PP Sumsel menyita serta mengamankan mie kuning basah dan tahu putih dari pelaku usahanya di Kota Lubuklinggau.

Muat Lebih

Dua orang dari pemilik usaha tersebut  saat ini tengah diambil keterangan oleh tim yakni HN dan RD. HN pemilik usaha produksi mie kuning basah dan RD pemilik usaha produksi tahu putih.

“Mengambil keterangan, masih dalam proses, tim masih bekerja,” kata Kabid Penindakan Balai Besar POM Palembang, Tedi di Kantor BPOM di Kota Lubuklinggau, Rabu (6/11/2019).

Pihaknya melakukan penindakan pada Selasa (5/11). Dan sebelumnya oleh tim, sejak beberapa bulan terakhir telah dilakukan investigasi terhadap dua pelaku usaha tersebut.

“Ternyata masih menemukan penggunaan formalin tahu dan mie. Akhirnya kita sepakati untuk melakukan pembinaan yang lebih keras lagi, lebih tegas,” ungkapnya.

HN diketahui sudah memproduksi dan menggegerkan mie kuning basah yang diduga mengandung formalin sejak 2016. Memproduksi 100 kg setiap hari, dijual ke pasar bukit sulap dengan harga Rp50 ribu per 10 kg.

Kemudian dari HN disita barang bukti (BB)mie kuning basah sebanyak 100 kg. Lalu mesin pembuat mie sebanyak dua unit dan cairan mengandung formalin sebanyak 2 derigen. “Pidana paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp10 miliar. Pasal undang-undang No 18 tahun 2012 tentang pangan,”jelasnya.

Sedangkan RD memproduksi dan mengedarkan tahu putih diduga mengandung formalin sejak 2014, produksi 12.000 buah tahu (300 kg kedelai) perhari. Kemudian dijual ke pasar bukit sulap dengan harga Rp 400 perbuah.

Dari RD disita barang bukti tahu putih sebanyak 8.200 buah, cairan mengandung formalin sebanyak 1 ember dan dokumen usaha SITU dan SIUP. Artinya bila digabung menjadi 12.000 ditambah 8200 sama dengan 20.200 buah.

“Itu yang kami lakukan kemarin dari rangkaian pembinaan tentangan pangan, khususnya pangan yang masih menggunakan bahan berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kanator BPOM di Kota Lubuklinggau, Afdil Kurnia mengatakan penindakan tersebut dilakukan pada Selasa (5/11/2019) sekitar pukul 09.30 WIB. “Kita sudah melakukan suatu rangkaian dalam rangka untuk menjamn obat dan makanan di Lubuklinggau aman dari bahan berbahaya bagi masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya,” jelas dia.

Kemudian tim balai besar POM di Palembang bersama Badan Pom di kota Lubuklinggau, Polda Sumsel dan Pol PP melakukan penindakan terhadap produk yang selama ini diduga bermasalah di kota lubuklinggau yaitu tahu dan mie kuning basah yang diduga mengandung formain.

“Jadi ini rangkaian tahapan sejak berdirinya kantor badan POM dikota lubuklinggau,”ujarnya.

Kata Afdil, kasus bahan berbahaya formalin yang disalahgunakan makanan ini cukup tinggi di kota Lubuklinggau pada waktu itu. Sehingga pihaknya tahun kemarin mulai melakukan pembinaan terhadap 60 pedagang mie dan tahu. Termasuk produsen mie dan tahu.

“Untuk kami bina supaya mrmpoduksi mie dan tahu aman, kemudian tidak mengandung bahan berbahaya lainnya,” ungkap dia.

Tak sampai disitu, pemeriksaan secara berkala juga dilakukan setiap bulan dibeberapa sarana produksi tahu dan mie. Kemudian pihaknya juga melakukan kegiatan pengawasan di Pasar Bukit Sulap, Inpres dan Simpang Periuk.

“Kita lakukan pembinaan juga dan pengujian secara berkala menggunkan mobil laboratorium keliling,” terangnya.

Dan sesuai janji Badan Pom, bahwa pihaknya akan memberikan pembinaan terlebih dahulu. Kemudian jika dari hasil pembinaan secara berkala tidak juga ada yang melakukan perubahan makan dilakukan proses penindakan.

“Inilah salah satu yang kita lakukan
cukup satu tahun kita lakukan pembinaan. Maka yang tidak berubah masih memakai formalin maka dilakukan penindakan,” pungkasnya.

Laporan : Aan Afriandi

Editor     :  Agus Hubya H