Bahaya Mengintai Mata!! Terapkan Metode 20-20-20!!!

SILAMPARI ONLINE

Oleh : Imelda Dwi Oktavianty

Muat Lebih

Tiada hari tanpa gadget, suatu istilah yang sudah lumrah di kalangan masyarakat. Penggunaan gadget seakan menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Tanpa memandang usia, hampir semua orang menggunakannya mulai dari kalangan anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Tanpa disadari penggunaan gadget kini telah menimbulkan rasa ketergantungan, baik dalam menyelesaikan pekerjaan ataupun sekedar hiburan di waktu luang.

Sehari tanpa gadget kini menjadi hal yang fatal, hal ini tak lain dikarenakan rasa ketergantungan yang kian menjadi, banyak yang merasa bahwa suatu pekerjaan akan jauh lebih sulit diselesaikan jika tanpa adanya gadget.

Tak jarang pula banyak yang menganggap orang yang tidak mempunyai gadget pasti orang yang kuno, tidak gaul, dan mencerminkan status sosialnya. Terutama di kaum milenial, gadget menjadi suatu keharusan untuk dimiliki, hal ini lantaran jajaran media sosial yang diburu oleh para remaja.

Instagram, facebook, whatsapp merupakan sarapan di pagi hari bagi kaum milenial, semua aktivitas yang dilakukan akan diabadikan dan dikirim ke media soasial tersebut. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi, pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 5 besar pengguna smartphone di dunia.

Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan jumlah pengguna smartphone di Indonesia akan melebihi 100 juta orang pada tahun 2018. Dengan jumlah yang besar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna smartphone terbesar keempat di dunia. Fakta yang harus diperhatikan adalah penggunaan gadget secara terus menerus dapat memicu terjadinya gangguan pada mata seperti mata lelah (astenopia) dan mata kering (dry eye) bahkan dapat menganggu penglihatan kita.

Blue light atau cahaya biru yang dihasilkan oleh peralatan elektronik seperti smartphone, laptop, televisi, dapat memicu terjadinya kerusakan pada retina yang mana dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk melihat benda yang ada di depan kita secara detail, mengganggu kesehatan mata seperti mata kering dan iritasi, kesulitan fokus, mata lelah dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita perlu meminimalkan kemungkinan terjadinya gangguan pada mata kita akibat penggunaan gadget secara berlebihan bisa dengan meminimalkan pencahayaan gadget, cobalah mengedipkan mata secara teratur, serta perhatikan jarak yang ideal antara mata dengan layar adalah 20 sampai 40 cm dan tak lupa juga sering-seringlah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, pepaya, tomat, sayuran hijau seperti bayam dan kol, serta buah-buahan seperti alpukat dan stroberi.

Adapun salah satu cara yang dikenalkan Kementerian kesehatan Indonesia untuk mencegah gangguan mata, yakni metode 20-20-20. Apasih metode 20-20-20? Pertanyaan itu pasti muncul dipikiran kalian, nah untuk menjawab pertanyaan itu, artikel ini akan menjelaskan mengenai isi dari metode tersebut.

Metode 20-20-20 merupakan suatu upaya mengalihkan pandangan dari layar gadget ataupun komputer dengan jarak, durasi serta jeda waktu tertentu. Metode ini menyarankan bahwa setiap 20 menit bertatapan dengan gadget, istirahatkan mata kita selama 20 detik dengan mengalihkan pandangan dari layar gadget ke objek-objek yang berjarak minimal 20 kaki atau sekitar 6 meter dari tempat kita berada. Dalam beristirahat sel detik, sangat dianjurkan untuk melakukan pergerakan fisik seperti peregangan badan ataupun meminum segelas air putih. Jarak 20 kaki yang dimaksud dalam metode ini tidak perlu diukur secara detail menggunakan alat ukur tetapi cukup dengan memfokuskan pandangan kita kepada objek yang jauh dari tempat kita berada.

Dengan diterapkannya metode ini, kita akan merileksasi mata kita sehingga dapat mencegah terjadinya kelelahan yang berlebihan pada mata serta mencegah terjadinya mata kering.
Cintai dirimu jagalah kesehatanmu, kata slogan yang perlu ditanamkan dalam diri kita karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita sebaiknya menjaga kesehatan sebaik mungkin, jangan biarkan suatu hal yang memberikan kebahagiaan kecil dapat merusak kebahagiaan besar kita selamanya. Sama halnya dengan penggunaan gadget, manfaat yang diberikan gadget tidak sebesar manfaat yang diberikan Tuhan melalui mata untuk kehidupan. Mata yang mengalami gangguan akan mengacaukan bahkan merusak semua aktivitas kita, baik pekerjaan ataupun suatu kegiatan ringan di kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia, kita sudah diberikan kedudukan yang lebih tinggi di antara makhluk hidup lainnya, jangan biarkan kedudukan kita jatuh di hadapan benda elektronik kecil tersebut. Biasakan diri kita, untuk membatasi waktu untuk bermain smartphone. Oleh karena itu, mari kita terapkan metode 20-20-20 guna menjamin kehidupan yang sehat di kemudian hari. (*)

Penulis : Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya