Bahaya Penggunaan Softlens

RA. Mirandah Meiliyana

SILAMPARI ONLINE.

Oleh : RA. Mirandah Meiliyana

Muat Lebih

Memiliki mata yang indah memang idaman bagi setiap orang. tak heran banyak wanita yang menggunakan softlens untuk memiliki warna mata yang diinginkan secara instant. Saat ini, softlens sudah menjadi benda yang lumrah digunakan sehari-hari terlebih lagi di kalangan muda.

Lensa kontak atau softlens merupakan suatu alat berbentuk cekung terbuat dari bahan plastik tipis yang di tempelkan pada kornea mata sebagai alat bantu penglihatan yang lebih praktis dan juga menarik. Penggunaan softlens memang membantu seseorang yang tak mau ribet menggunakan kacamata.

Bukan hanya pengguna kacamata, softlens juga banyak digunakan oleh orang yang tidak memiliki kendala pada penglihatan. Seiring berkembangnya trend fashion, softlens menjadi salah satu aksesoris kecantikan bagi wanita. Beragamnya warna yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi pun menjadi daya tarik bagi kaum hawa.

Tak ada yang salah dengan softlens, hanya saja kita sebagai konsumen sangat perlu untuk lebih teliti dalam menggunakan suatu barang apalagi yang berhubungan dengan organ penting seperti mata yang merupakan alat indera yang sangat sensitif. Banyaknya peminat softlens membuat beberapa oknum menjual softlens tanpa memerhatikan keamanan bagi penggunanya. Bahkan ada lensa kontak yang dijual dengan harga belasan ribu saja.

Keinginan untuk tampil cantik dengan harga murah pun membuat pengguna softlens tidak berpikir panjang dan mengesampingkan risiko yang dapat timbul apabila menggunakan softlens abal-abal. Dibalik indahnya ragam warna lensa kontak, terdapat beberapa hal yang harus diketahui sebelum menggunakannya.

Dilansir berdasarkan pengalaman pribadi dari aktris muda Salshabilla Adriani yang dibagikan di instagram miliknya, ia mengalami infeksi pada kornea mata yang menyebabkan penglihatannya kabur selama beberapa saat serta diselingi dengan rasa perih pada mata akibat menggunakan softlens hampir setiap hari. Untung cepat ditangani sehingga tidak berakibat fatal. Salsha merupakan satu diantara banyaknya korban yang merasakan gangguan penglihatan akibat softlens. Softlens mahal saja memberikan efek buruk jika dipergunakan setiap hari ditambah faktor lain yang mendukung terjadinya infeksi. Lalu, bagaimana dengan penggunaan softlens murah yang dijual sembarang tanpa anjuran dokter mata dan masih diragukan keresmiannya ?

Tidak semua orang cocok dalam menggunakan lensa kontak. Bagi sebagian orang, merasa tidak nyaman pada mata karena ada yang mengganjal adalah suatu hal yang biasa. Penggunaan softlens yang aman didukung oleh faktor kesterilan lensa kontaknya sendiri, kebersihan pengguna, prosedur penggunaan softlens, waktu penggunaan, hingga faktor lainnya. Bahaya apa saja sih yang dapat ditimbulkan karena penggunaan softlens yang tidak sesuai ? berikut penjabaran dampak negatif yang disebabkan softlens :

  1. Iritasi mata : Lamanya waktu pemakaian, debu dan kurang sterilnya tangan merupakan        beberapa penyebab iritasi mata yang ditandai dengan mata memerah. Sifat   menyerap cairan mata yang dimiiki softlens membuat mata mudah kering dan       timbul rasa gatal hingga memerah.
  1. Softlens koyak dalam mata : Sifat softlens yang dapat bergerak dalam mata dikhawatirkan softlens dapat   berpindah tempat. Kurangnya oksigen dan kadar air pun dapat membuat mata ering dan mengakibatkan softlens pecah dan berbahaya bagi mata.
  1. Hypoxia : Kesalahan memilih ukuran softlens dapat menjadi penyebabnya. Sebelum        membeli, pahami terlebih dahulu keadaan mata. Mata yang cenderung kering maka    pilih softlens dengan kandungan air yang tinggi begitupun sebaliknya       sehingga kondisi mata tetap lembab sebagaimana normalnya.
  1. Edema : Terjadi karena kurangnya oksigen pada mata. Sehingga saat melepas softlens, mata akan berair dan merah pada mata dan pembuluh darah serta menyebabkan  kaburnya penglihatan.
  1. Keratitis (Infeksi Kornea) :Infeksi kornea terjadi karena masuknya bakteri ataupun jamur pada mata yang  dapat diakibatkan oleh larutan softlens yang terkontaminasi. Efek yang  diakibatkan meliputi mata berair, sulit mengedipkan mata, nyeri hingga menurunan   penglihatan.
  1. Inflamasi pada mata : Pemakaian softlens yang tidak sesuai dapat menyebabkan inflamasi pada mata  yakni timbulnya benjolan yang terjadi pada lapisan dalam kelopak mata.
  1. Kebutaan : Bahaya yang paling serius dari penggunaan softlens ialah kebutaan. Penanganan  yang lambat dari gejala yang dirasakan dapat menyebabkan hilangnya  penglihatan penggunanya.

Terlepas dari banyaknya bahaya yang ditimbulkan, bukan berarti penggunaan softlens dilarang sama sekali, menggantikan fungsi kacamata dengan menggunakan softlens sah-sah saja. hanya saja penggunaan dalam jangka waktu lama dengan tata cara yang tidak sesuai sangat tidak dianjurkan. Maka dari itu, berikut tips agar dapat tampil cantik menggunakan softlens dengan meminimalisir timbulnya efek negatif dari softlens, yakni :

  1. Konsultasi ke dokter mata untuk mengetahui jenis softlens yang layak dipakai pada mata
  2. Menggunakan lensa kontak sesuai waktu yang telah ditetapkan
  3. Menjaga kesterilan/ kebersihan tangan , tempat softlens serta softlens itu sendiri.
  4. Menghindari penggunaan softlens jika tidak terlalu penting (sebagai aksesoris kecantikan)
  5. Menjaga kelembapan keadaan mata
  6. Tidak menggunakan softlens saat tidur
  7. Membeli softlens dengan kualitas yang baik

Jadi , jangan sembarangan lagi dalam memilih produk apalagi yang berkaitan dengan kesehatan. Alih-alih ingin menampilkan mata yang indah malah berujung pada kebutaan. Penampilan memang penting, tapi kesehatan lebih penting. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penulis : Mahasiswi prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKM Universitas Sriwijaya