Bangkitkan Semangat Guru Dalam Menulis

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>PENYULUHAN: </strong>Suasana Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia Bagi Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional di SMPN 2 Lubuklinggau, Rabu (20/3).

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Balai Bahasa Sumatera Selatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan “Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia Bagi Tenaga Profesional dan Calon Tenaga Profesional” .

Muat Lebih

Kegiatan selama tiga hari 20 hingga 23 Maret 2019 bertempat di SMP Negeri 2 Model Kota Lubuklinggau.

Pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau H Tamri, Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan Firman Susilo, Kabid Kebudayaan Disdik Lubuklinggau Rosiawati serta kepala SMPN 2 Model Lubuklinggau Parman.

Tamri ketika diwawancarai Harian Silampari menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kita menyambut dengan senang hati, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dan dunia pendidikan,”terang Tamri.

Dirinya meyakini, kegiatan ini akan membangkitkan semangat guru dalam berkarya sekaligus dapat menerbitkan buku hasil karya sendiri. “Semoga kedepannya akan banyak guru di Lubuklinggau ini dapat menerbitkan buku karya sendiri, oleh karena itu, kita minta para peserta untuk dapat bersungguh sungguh mengikuti penyuluhan ini,”harap Tamri.

Sementara itu Kepala Balai Bahasa Sumsel Firman Susilo mengatakan ada dua konsep yang pihaknya bangun dari kegiatan tersebut yakni guru berpotensi menggali kreatif dalam menulis. Muara dari kegiatan tersebut yakni publikasi karya.

Dimana dari hasil penyuluhan ini, memiliki tulisan tulisan yang berbobot paling tidak sesuai dengan kaedah penggunaaan bahasa yang akan dimanfaatkan menjadi buku non teks pelajaran khususnya untuk tiga bidang ,pertama, bidang Paud yaitu kegiatan non teks pelajaran pra membaca. Kedua,untuk kegiatan TK yaitu kegiatan membaca dini, dan ketiga, kegiatan non teks membaca awal, untuk siswa SD kelas rendah.

Dan Ketiga bidang tersebut akan dilombakan dalam kegiatan membaca se Provinsi Sumatera Selatan. Perbidang lomba juga ada nomine nya, seperti lomba bidang pra membaca akan ada lima nomine, lalu membaca dini ada 14 nomine, dan membaca awal ada 7 nomine.

“Masing masing nomine akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 3 juta, syukur syukur itu akan kita terbitkan dan kita akan sebarkan kembali ke masyarakat walaupun dengan jumlah yang terbatas,”jelasnya.

Di Sumsel, kegiatan penyuluhan kemahiran berbahasa Indonesia hanya ada tiga tempat dilaksanakan oleh balai bahasa Sumsel yakni di Ogan Ilir, Kota Lubuklinggau dan minggu depan di Pagaralam dengan jumlah peserta 45 orang.

Firman Susilo berharap, dari kegiatan tersebut guru dapat memulai menulis, karena mudah, serta juga akan ada publikasi karya. “Tidak seperti dibayangkan selama ini, menulis itu sulit, publikasi juga sulit,”akunya.

Balai Bahasa Sumsel, sudah menyiapkan rumah bagi guru untuk publikasi karya, juga sudah disiapkan penerbit, Komunitas Literasi Musi Sriwijaya 2000. Bahkan sudah ada tiga buku yang diterbitkan scara gratis.

Harapan lain dari balai bahasa sumsel yakni guru dapat menularkan virus menulis kepada anak didik menimbulkan kepercayaan diri dan akan menjadi gerakan masif sebagai gerakan literasi.(HS-02)