Bangun Jembatan Gantung Darurat

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ISTIMEWA</div></small> <strong>BANGUN :</strong> Tim dari komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan Sekolah Panjat Tebing (SPT) Merah Putih dibantu anggota TNI tengah membangun jembatan gantung darurat penghubung rompok sungai Minak.

Silampari Online,

MURATARA – Komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan Sekolah Panjat Tebing (SPT) Merah Putih membangun jembatan gantung darurat yang ke 69 di wilayah terpencil di Indonesia.

Kali ini mereka membangun jembatan gantung darurat yang menghubungkan antar rompok di sungai Minak Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Ketua tim Vertical Rescue Indonesia, Arif Budiman mengatakan, jembatan gantung darurat tersebut dibangun secara gratis untuk masyarakat, yang sudah menjadi program VRI dan SPT Merah Putih.

“Tim kami sudah mulai melakukan pembangunan jembatannya untuk warga rompok yang ada di bantaran sungai Minak, ini sangat penting untuk membantu aktivitas warga di daerah pelosok,” katanya.

Dikatakan, pembangunan jembatan gantung darurat di Muratara ini merupakan yang ke 69 di Indonesia. “Kalau di Sumsel baru di Kabupaten Muratara ini, kalau di Lampung sudah kita bangun 12 titik jembatan gantung darurat, paling banyak kita bangun di Pulau Jawa,” kata Arif.

Menurutnya, dalam pengerjaan jembatan tersebut memerlukan waktu sekitar 10 hari dengan panjang 75 meter. “Jika tidak ada halangan pembangunanya dapat dikerjakan selama 10 hari,” ujarnya.

Dilanjutkan, program pembangunan jembatan gantung darurat tersebut dimulai sejak akhir tahun 2016 lalu hingga saat ini masih berjalan. “Awal pertama kami bangun jembatan gantung darurat di Garut, Jawa Barat,” ungkapnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, baik Pemerintah Kabupaten Muratara, maupun dari aparat kepolisian dan TNI yang telah membantu membangun akses jembatan untuk masyarakat tersebut.

“Tidak kalah penting patut kita apresiasi, kedatangan kami ke sini berkat gagasan Koko Triantoro yang merupakan Guru Garis Depan (GGD) di sungai Minak,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Muratara, diwakili Sekretaris Daerah, Zainal Arifin mengatakan, pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada VRI dan SPT Merah Putih yang telah membantu pembangunan di Muratara.

“Ini sangat bagus sekali, kami pemerintah daerah mendukung penuh program pembangunan jembatan gantung darurat secara gratis oleh VRI dan SPT Merah Putih untuk membantu kesejahteraan masyarakat,” kata Zainal.

Menurutnya, Bupati Muratara akan turun langsung ke lokasi untuk melihat pembangunan jembatan gantung darurat yang tengah dikerjakan tersebut. “Kami akan jadwalkan dalam beberapa hari ini, insya Allah pak bupati akan turun ke sana,” katanya. (KHS-01)