oleh

Bangun Mental Bathin, Didik Santri Melalui Ziarah Kubur

-Musi Rawas-274 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Ziarah kubur ke makam para wali maupun keluarga tidak melulu diartikan sebagai ritual sunnah keagamaan saja.

Ziarah kubur ke makam auliya dan pahlawan bangsa dimaknai sebagai wujud terima kasih dan penghormatan kepada mereka yang semasa hidupnya telah banyak menyumbangkan jasa dan kebaikan kepada umat yang manfaatnya masih dirasakan oleh generasi sekarang.

Penanaman nilai-nilai luhur seperti itu pula yang hendak ditanamkan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalamah Desa Marga Sakti Kecamatan Muara Kelingi  kepada para santrinya dengan kegiatan ziarah rutin setiap Kamis sore.

“Para santri secara rutin melakukan ziarah kubur setiap hari Kamis sore di komplek pemakaman salah satu pendiri pesantren kadang juga di pemakaman umum Desa Marga Sakti,”jelas Pengasuh Ponpes Darussalamah Kiai Ali Shodikin kepada Silampari Online, Sabtu (27/2/2021).

Menurutnya, ziarah kubur ini merupakan pembelajaran bagi para santri tentang pentingnya menjaga tradisi positif para ulama salaf, serta pentingnya menghargai jasa para pendahulu yang telah wafat.

Selain itu, kegiatan ziarah kubur dimaksudkan untuk mengajarkan anak sepulang dari pesantren supaya dapat melestarikan ziarah ke keluarga yang sudah meninggal, membentuk mental batin mereka terkait musibah termasuk musibah meninggal dunia.

“Mereka harus mengingat mati, agar hati mereka menjadi lembut dan bersahaja, juga membiasakan santri menjalankan laku ikhtiar batin di samping dhahir, memohon kepada Allah agar bisa bahagia dan selamat dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat,”pungkasnya. (Musyanto)