oleh

Bantu Warga Miskin, Pjs Kades Dharma Sakti Bagikan BLT-DD

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Sedikitnya 75 warga Desa Dharma Sakti Kecamatan Tuah Negeri menerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap pertama atau untuk bulan Januari tahun 2021. Dimana, bantuan ini diberikan sebesar Rp300 ribu setiap penerima.

Penyerahan BLT-DD ini di Kantor Desa Dharma Sakti, Jum’at (16/4/2021) dihadiri Camat Tuah Negeri yang diwakili Kasi PMD Tuah Negeri, Pjs Kades Dharma Sakti , perwakilan Polsek Muara Kelingi, BPD serta perangkat Desa dan penerima bantuan.

Pjs Kepala Desa (Kades) Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Fauzi Achyat, S.Pd mengatakan bahwa hari ini (kemarin) Dharma Sakti menyalurkan BLT-DD untuk 75 warga Desanya. Dimana, bantuan ini bersumber dari anggaran Dana Desa.

“Untuk penyaluran hari ini (kemarin) tahap pertama atau periode bulan Januari,”jelas Fauzi kepada Silampari Online.

Dikatakannya, untuk setiap penerima bantuan ini mendapatkan sebesar Rp300 ribu. Dimana, jumlah tersebut lebih kecil jika dibandingkan tahun lalu Rp600 ribu perbulan. Sebab, ketentuan ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Menurut ia, untuk bantuan ini sendiri tidak semuanya mendapatkan. Melainkan, sesuai dengan kriteria yang ada diantaranya warga miskin, tidak menerima bantuan PKH, BST, BPNT serta bantuan sosial lainnya. Bahkan, untuk menentukan penerima bantuan ini sudah dilakukan musywarah desa khusus (Musdesus) antara Pemdes, BPD, tokoh agama dan masyarakat agar bantuan ini dapat tepat sasaran.

Terlepas dari itu, dirinya meminta agar warga yang mendapatkan bantuan ini dapat  dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan bahan pokok terutama untuk menjalani bulan suci ramadhan. Jangan sampai bantuan ini disalah gunakan.

Sementara itu, Camat Tuah Negeri, Kabupaten Mura, Christiandi Argani melalui Kasi PMD, Abdul Fahmi Rizal meminta agar penerima bantuan ini dapat menginformasikan kepada warga bahwa bantuan ini berbeda seperti tahun sebelumnya yang direalisasikan untuk tiga bulan. Dimana, bila sebelumnya Rp600 per bulan maka tahun ini Rp300 ribu perbulan. Jangan sampai, nantinya penerima tidak mengetahui ini dan nantinya muncul informasi yang tidak akurat.

“Kami minta agar warga dapat mengerti dan memahami adanya perubahan bantuan ini baik sistem penyaluran maupun besaran nominal. Namun, diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga khususnya membeli sembako untuk menjalankan ibadah puasa,”pungkasnya. (Kris)