Satu Untuk Semua

Banyak Pelajar Pakaian Seragam Keluyuran

0

*Dewan Minta Pol PP dan Disidik Sidak

LUBUKLINGGAU – Setelah melaksanakan Ujian Akhir Semenster (UAS), beberapa sekolah melaksanakan pertandingan olahraga antar kelas atau Clasmeeting. Hanya saja, pihak sekolah kurang mengawasi anak didik, sehingga waktu masih jam jam sekolah, pelajar masih mengenakan pakaian sekolah “nongkrong” di pinggiran jalan Yos Sudarso, bahkan ditemukan juga di warung internet (Warnet).


Berdasarkan pantauan, sekira pukul 09.15 WIB , beberapa pelajar mengenakan pakaian sekolah duduk di halte depan kompi. Begitu juga di warnet sepanjang jalan Yos Sudarso Lubuklinggau. Mereka meninggalkan clasmeeting yang seyogyanya diikuti sebagai bentuk rasa kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru.
Salah seorang pelajar SMA berinisial RS yang sempat diwawancarai mengakui kalau mereka pulang setelah classmeeting . “Sudah nonton, kami balik kak, kelas kami kalah,” katanya.
Disinggung alasan nongkrong mengenakan seragam sekolah, RS mengaku malas harus pulang dulu kerumah.  “Masih pagi kak, kalau balek, gek dikato wong tuo minggat,” pungkasnya.
Sementara Koordinator Pengawas SMA/SMK se-Kota Lubuklinggau Agustaman ketika dimintai tanggapan perihal tersebut menegaskan agar pihak sekolah bertanggung jawab terhadap anak didik mereka dan tetap mengabsen siswa meskipun melaksanakan clasmeeting.
“Perlu diabsen, kalau pulang ya disuruh pulang, jangan sampai pelajar keluyuran,situasi tersebut harus dikontrol benar,”himbaunya.
Menurut Agustaman, ketika clasmeeting dan sudah selesai,hendaknya pelajar disuruh pulang langsung, untuk menghindari hal negative seperti terjadinya tawuran.
“Kalau mau nonkrong atau ke warnet ya silahkan saja, tapi ganti baju dulu, jangan pakai pakaian sekolah,”pintanya.
Agustaman juga bahkan melihat aparat kepolisian sedang mengontrol situasi sekolah. Di depan SMAN 2 maupun SMKN 3. “ Saya juga lihat ada polisi, lagi mengontrol atau bagaimana saya juga kurang tahu, nantilah kita telpon kepala sekolahnya,” terang Agustaman.

Menanggapi masalah pelajar keluyuran mengenakan baju seragam saat clas metting, Wakil Ketua 2 DPRD Kota Lubuklinggau Suyitno mendesak kepada Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini Sat Pol PP untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan mengandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan razia. Setelah diamankan para pelajar tersebut dan orang tuanya dipanggil untuk membuat surat pernyataan dan bila tetap membandel akan dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku.
“Kalau saat jam belajar atau class meeting, semestinya pelajar tetap di sekolah sampai jam  pulang,” ucapnya.
Untuk pengawasannya, sambung dia, selain dari pihak sekolah juga petugas Pol PP melakukan patroli dan merazia dimana oknum pelajar nongkrong dan bermain warnet dengan mengenakan baju seragam sekolah.
“Jika ini dilakukan pembiaran, tentu moral anak pelajar itu akan terpengaruh hal-hal negatif, mulai merokok hingga narkoba,” tambahnya.

Hal sama ditegaskan Wakil Ketua 1 DPRD Kota Lubuklinggau Taufik Siswanto, pihaknya meminta Disdikbud, Pol PP dan Dinas Perizinan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke warnet. Keluhan tokoh masyarakat di Majapahit tersebut harus ditindaklanjuti dengan memanggil mitra Disdikbud, Perinzinan, dan POL PP.
“Hasil reses kemarin, bahwa ada tokoh masyarakat melaporkan anak SD, SMP yang pulang bukan ke rumah melainkan ke Warnet. Bahkan Warnet ini buka selama 24 jam, anak-anak yang ngenet pun ada sampai subuh. Jadi, kami minta dinas terkait (Disdikbud, Perinzinan, dan POL PP), melakukan sidak ke warnet-warnet. (HS-09/01)

Komentar
Loading...