Baturaja Timur Dilanda Banjir

BATURAJA TIMUR – Pasca banjir melanda permukiman warga di Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatam Lubuk Batang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU mencatat kerugian materil mencapai ratusan juta.
“Tercatat, kecamatan yang terkena dampak hujan deras yang menyebabkan banjir yakni Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Lubuk Batang,” ucap Kepala Sesi (Kasi) Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU, Mailan Purnama, kemarin (13/1).
Pada 11 Januari petang, Kabupaten OKU dilanda hujan deras dan disertai angin kencang dalam bebebrapa jam. “Ketinggian debit air bervariasi mulai dari 30 cm sampai 1,5 meter,” ungkap Mailan.
Curah hujan yang tinggi berdampak juga dengan terjadi abrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan yang mengakibatkan jalan setapak putus. Padahal, jalan tersebut berfungsi sebagai akses masyarakat untuk menuju kepangkalan pemandian warga. “Banjir diperkirakan terjadi selama sekitar 6 – 10 Jam,” imbuh Mailan.
Dampak dari bencana tersebut, lanjut Mailan, lebih kurang ratusan rumah warga di Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Lubuk Batang terendam banjir. Saat kejadian sempat terjadinya antrean panjang kendaraan sepanjang jalan lintas tengah lantaran jalan digenangi air dengan ketinggian 1 meter.
Ada beberapa fasilitas kantor pelayanan yang juga terkena imbas dari banjir tersebut seperti kantor KUA dan Puskesmas Pembantu. “Kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar ratusan juta,” pungkas Mailan.
Untuk di kelurahan Kemelak Bindung Langit, tercatat ada lima Rukun Tetangga (RT) yang terendam banjir. Banjir yang paling parah terjadi di depan Makodim 0403/OKU. Di sini, ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa. Akibatnya kendaraan kecil tidak bisa melintas.
Oleh warga bersama petugas, arus lalulintas dialihkan melalui jalan Perumahan Pemda atau Dodiklatpur. Sementara kendaraan besar tetap melewati jalan depan Makodim 0403/OKU. Bahkan sebagian kendaraan ada yang menunggu air surut. Akibatnya kemacetan lalu lintas tak bisa dihindari hingga puluhan kilometer.
“Mulai dari (kelurahan) Sepancar sudah terjadi kemacetan sampai depan SPBU UB. Ada beberapa titik banjir, jadi banyak kendaraan yang tidak bisa lewat. Banyak juga kendaraan yang mogok akibat nekad menerobos banjir,” ujar Dedi, sopir truk asal Lampung ini.
Dikatakan Dedi, dirinya bersama sopir lainnya sudah terjebak macet sejak pukul 19.00 Wib dari Sepancar Lawang Kulon. Hingga pukul 00.00 WIB mereka masih berada di depan Makodim.
Sementara itu, Lurah Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Helawi Ruslan SIP mengatakan, lima RT di kelurahan ini terendam air. Tapi banjir tersebut tidak berlangsung lama. Pada pagi hari, air sudah surut dan tidak ada lagi rumah warga yang terendam. “Ada 5 RT yang terdata yang terendam banjir,” kata Helawi.
Kawasan yang juga menjadi langganan banjir adalah Perumahan Baturaja Permai. Di kawasan ini air merendam rumah warga. “Hujan deras mengakibatkan air masuk ke rumah warga,” kata Lurah Baturaja Permai Dini Justini SE.
Untuk di Blok L, baru RT 03 RW 02 yang direndam air sekitar 1 – 1,5 meter. Kemudian di RT 02/RW 02 dan RT 05 RW 02, air merendam setinggi 30 cm – 40 cm. selanjutnya di RT 05 RW02 dan RT 06, 07, 08 RW03 ketinggian air sekitar 50 cm. Dan di RT 12 RW 05 dan RT14 RW 06 air mencapai 30 cm.
“Sekitar 100 rumah di Perumahan Baturaja Permai terendam banjr. Banjir ini merupakan banjir kiriman akibat curah hujan yang cukup tinggi. Ditambah lagi air kiriman dari Bukit Balau dan Kemiling,” pungkasnya.
Salah satu warga Blok L Baru Cahyo mengungkapkan banjir ini berdampak sekali bagi masayarakat. “Air yang merendam air sangat meresahkan warga. Kita berharap pemerintah dapat mencari solusi masalah ini. Bahkan jalan yang mengarah ke blok L Baru ini debit air itu bisa mencapai 1,5 meter,” ujarnya.
Kemudian Lr Yusuf RT 19 Kelurahan Kemalaraja juga direndam banjir setinggi paha orang dewasa. Sejumlah barang dagangan, perabotan rumah tangga, barang elektronik, dan kendaraan warga terendam air dan rusak.
Vivi, salah seorang warga Lr Yusuf mengatakan, sudah dua tahun terakhir, warga mengalami kebanjiran. Ia mengatakan, banjir terjadi karena lebar drainase yang ada mengecil.
Romi, warga lainnya menambahkan, ia dan warga lainnya sibuk menyelamatkan harta benda agar tak terendam air. “Kami sudah laporan dengan ketua RT, lurah, dan camat. Tapi belum ada tindak lanjut,” katanya.
Romi mengungkapkan, warga hanya minta solusi agar Lr Yusuf tersebut tidak lagi banjir. Apalagi, pria yang berprofesi sebagai pedagang ini berjibaku menyelamatkan barang dagangannya. (bet/apk/jr8/wen)