Bawaslu Tertibkan APK Stiker di Transportasi Umum

Ketua Bawaslu Mura, Oktureni Sandhra Kirana yang melepaskan langsung APK stiker atau branding peserta Pemilu yang terpasang pada kendaraan transportasi umum

Silampari Online,

MUSI RAWAS-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas (Mura) bersama Dinas Perhubungan Mura dan Satlantas Polres Mura melakukan penertiban terhadap alat peraga kampanye (APK) dan Bahan Kampanye stiker atau branding calon peserta Pemilu pada kendaraan transportasi umum dan kendaraan pemilik Pemerintah. Sehingga, diharapkan dengan adanya aksi ini disamping sudah menjadi bentuk pengawasan sekaligus menciptakan Pemilu yang kondusif, aman, jujur dan adil.
Pantauan koran ini dilapangan, sebelum penertiban jajaran Bawaslu Mura bersama Dishub Mura dan Satlantas Polres Mura menggelar apel terkait mekanisme penertiban APK dan Bahan Kampanye stiker atau branding pada kendaraan umum dan kendaraan milik Pemerintah. Dimana, dalam pelaksanaannya setidaknya ada dua tim diterjunkan untuk melakukan penertiban tepatnya di jalan lintas Simpang tiga Muara Beliti dan Jalan Lintas Merasi simpang Kelurahan B Srikaton.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mura, Oktureni Sandhra Kirana didampingi Defisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), Hermansyah mengatakan, penertiban APK dan Bahan Kampanye stiker atau branding pada kendaraan umum dan kendaraan milik Pemerintah ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, PKPU Nomor 33 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu dan Perbawaslu Nomor 28 Tahun 2018 tentang pengawasan kampanye Pemilu.
“Dalam surat Bawaslu RI Nomor 1571/K.Bawaslu/PM.00.00/IX/2018 perihal citra diri dalam pelaksanaan kampanye Pemilu Tahun 2019 tanggal 27 September dan surat edaran Bawaslu RI Nomor 1990/K.Bawaslu/PM.00.00/XI/2018 tanggal 23 November 2018 tentang pengawasan metode kampanye Pemilu 2019. Maka ketentuan citra diri dinyatakan dicabut atau tidak berlaku,”jelas Reni sapaan akrabnya kepada Harian Silampari, Jum’at (18/1).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa dari dasar diatas maka pihaknya menggandeng Dishub dan Satlantas Polres Mura melakukan penertiban APK dan Bahan Kampanye stiker atau branding pada kendaraan umum dan kendaraan milik Pemerintah dengan melepaskan secara langsung APK tersebut.
“Untuk penertiban setidaknya ada dua tim kita turunkan yakni di jalan lintas Simpang Tiga Kelurahan Muara Beliti dan jalan lintas Merasi Kelurahan B Srikaton,”terangnya.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut sedikitnya 35 stiker atau branding yang ditertibkan dan mayoritas sebagai besar yakni peserta Pemilu Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bahkan, untuk kendaraan umum atau kendaraan milik Pemerintah lainnya kedepan secara persuasif berkelanjutan agar dapat dilepaskan.
“Pada dasarnya kami menghimbau kepada Partai Politik (Parpol) untuk mentaati UU dan aturan yang ada agar Pemilu di Mura dapat berjalan kondusif, aman, jujur, adil sebagaimana harapan bersama,”ungkapnya.
Sementara itu, Defisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Mura, Khoirul Anwar menjelaskan, sebelum kegiatan penertiban APK dan Bahan Kampanye stiker atau branding. Maka pada 15 Januari pihaknya telah melayangkan surat himbauan kepada Parpol peserta Pemilu diantaranya tidak memasang APK yang dikenakan retribusi kecuali yang difasilitasi ketetapan KPU dan melepaskan stiker atau branding yang memuat citra diri, identitas, ciri-ciri khusus dan karakteristik peserta Pemilu pada kendaraan transportasi umum dan milik Pemerintah.
“Surat himbauan tersebut kita layangkan agar Parpol peserta Pemilu di Mura menyampaikan kepada pelaksana kampanye dan tim kampanye masing-masing paling lambat 1×24 jam. Namun, kendati begitu kenyataannya masih ditemukan APK dan bahan kampanye stiker yang terpasang. Sehingga, dengan kondisi tersebut diambil langkah penindakan penertiban,”pungkasnya. (HS-03)