BBSS dan Harian Silampari Adakan Penyuluhan Bahasa

Silampari Online

LUBUKLINGGAU–Balai Bahasa Sumatera Selatan (BBSS) bekerjasama dengan Harian Silampari akan mengadakan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Media Massa Daerah.
Kegiatan ini akan dibuka pagi ini (25/9) mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Diamond Cozy Style Hotel Lubuklinggau. Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi media massa daerah ini baru pertama kali dilaksanakan BBSS menggandeng Harian Silampari.
“Kita sangat merespon positif kerjasama ini karena kita mendapatkan kepercayaan dari Balai Bahasa Sumatera Selatan, dengan kami selaku koran lokal,”kata General Manager Harian Silampari, Budi Santoso, Selasa (24/9).
Penyuluhan ini dilaksanakan selama empat hari. Dari tanggal 25 September sampai dengan 28 September 2019. Diikuti 40 orang peserta.
“Pesertanya berasal dari wartawan cetak, elektronik dan online,” ujar alumni IAIN Raden Fatah Palembang.
Tidak hanya dari wartawan cetak, elektronik dan online saja peserta yang mengikuti penyuluhan ini tetapi ada juga perwakilan Diskominfo dari tiga wilayah. Juga Bagian Humas Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, dan sekolah binaan dari Harian Silampari.
“Ada tiga sekolah binaan Harian Silampari yang akan ikut dalam penyuluhan bahasa ini,” jelas Budi, sapaannya.
Pemateri penyuluhan ini langsung berasal dari Balai Bahasa Sumatera Selatan. Yaitu Dian Susi Lastri, M.Hum, Nur Sistuwi Lovita, M.Pd. Budi menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi terhadap insan media massa, elektronik dan online yang merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembinaan terhadap penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan kaedahnya.
Sedangkan, Koordinator Penyuluhan Bahasa Indonesia Media Massa, Balai Bahasa Sumatera Selatan dan Peneliti bidang Bahasa di Balai Bahasa Sumatera Selatan, Linny Oktovianny, M.Pd menjelaskan bahwa salah satu usaha peningkatan mutu pemakaian Bahasa Indonesia yang sudah, sedang, dan akan dilakukan dalam rangka kegiatan meningkatkan mutu pemakaian Bahasa Indonesia adalah pembakuan bahasa Indonesia, terutama bahasa Indonesia ragam tulis.
“Usaha pembakuan itu dilakukan melalui berbagai kegiatan diantaranya melalui Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Media Massa di Daerah. Semua itu, membutuhkan kemampuan berbahasa Indonesia yang andal agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik, jelas, dan lugas.
Peningkatan kompetensi insan media massa baik cetak, elektronik, dan daring merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembinaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah,” papar Linny, sapaannya, kemarin.
Selain itu, kata dia, penyuluhan kebahasaan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman tentang Bahasa Indonesia baik dari sisi ejaan, kalimat maupun tata bahasa. “Dengan penyuluhan Bahasa Indonesia diharapkan agar insan media massa baik cetak, elektronik, dan daring terbina penggunaan bahasa Indonesia. Selain itu, agar insan media massa baik cetak, elektronik, dan daring dapat lebih cerdas berbahasa sehingga pembaca juga akan menjadi cerdas,” katanya sembari menyebutkan dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Serta Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia. Linny menambahkan penyuluhan bahasa Indonesia diselenggarakan dengan tujuan agar para peserta dapat meningkatkan kemahiran dan keterampilannya dalam berbahasa Indonesia, terutama Bahasa Indonesia ragam tulis. Juga mengajak peserta mengenal dan memahami berbagai kaidah Bahasa Indonesia, yang mencakupi kaidah ejaan bahasa Indonesia, Kaidah pembentukan dan pemilihan kata, kaidah pembentukan istilah, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragrap.
“Menerapkan berbagai pengetahuan yang diperolehnya itu di dalam kegiatannya sehari-hari di lingkungan instansi atau di lingkungan tempatnya bekerja. Dan meningkatkan kompetensi dan pemahaman tentang bahasa Indonesia baik dari sisi ejaan, kalimat maupun tata bahasa,” tegasnya. (CW-01/HS-09)