Bekali Pelajar Hadapi Era 4.0

Silampari Online

LUBUKLINGGAU – Kepala SMA Xaverius Lubuklinggau menanggapi tentang konsep pendidikan di era 4.0 saat ini.

Muat Lebih

Era 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif.

“Di era 4.0 ini tantangan kedepannya belum begitu jelas, jadi kami selaku pihak sekolah melakukan pembekalan kepada siswa-siswi supaya mereka mempunyai bekal untuk menghadapi tantangan kedepannya,”kata Kepala SMA Xaverius Lubuklinggau Widodo saat diwawancara Harian Silampari.Jumat(27/9)

Adapun poin pembekalan bagi pelajar SMA Xaverius Lubuklinggau sebagai berikut pertama pelajar harus mampu mempunyai kehidupan yang religius, yang mana pelajar harus mampu menjalankan ajaran agamanya, kedua pelajar harus mempunyai integritas yang tinggi dalam artian pelajar harus mempunyai kejujuran dan ketertiban, ketiga pelajar juga harus bisa berkolaborasi dengan orang lain karena kalau tidak berkolaborasi kedepannya pasti pelajar tidak bisa apa-apa dan yang terakhir pelajar harus menanamkan rasa nasionalisme.

“Poin-poin inilah yang bisa kita berikan, karena kedepankan tantangannya belum begitu jelas,”ungkapnya.

Untuk menerapkan poin-poin ini pasti mempunyai kendala, karena pada umumnya pelajar ini mempunyai kemampuan yang bagus secara pribadi tetapi saat pelajar ingin bekerjasama dengan orang lain pelajar ini agak sulit karena para pelajar ini masih mempunyai sifat untuk memenangkan diri sendiri, padahal untuk kedepannya sifat seperti ini tidak bisa seperti ini.

“Poin-poin ini kami integritas dalam kegiatan proses ngajar-mengajar didalam kelas, jadi ibu bapak guru sudah tau kedepannya apa saja yang ingin kita capai,”ujarnya.

Selain pembekalan kepada pelajar yang dikasih oleh pihak SMA Xaverius tetapi para pelajar SMA Xaverius untuk tahun ini sudah banyak meraih prestasi dibidang akademik maupun non akademik, contohnya sebagai berikut pertama lomba Band mendapatkan juara 1 dan 2 untuk tingkat provinsi, kedua lomba OSN dari 27 orang siswa se-Kota Lubuklinggau ini 6 orang siswa yang terambil untuk berangkat ke provinsi, ketiga lomba O2SN mendapatkan satu orang di cabang renang, yang terakhir itu FLS2N mendapatkan satu orang di cabang penyanyi solo yang mewakili Kota Lubuklinggau ke Provinsi.

“Harapan kita dengan situasi zaman seperti ini, mereka harus mampu memanage dirinya sendiri dan membagi waktu lalu mereka agar bisa menentukan jalan mereka sendiri kapan harus mereka belajar, kapan mereka harus bermain sehingga mereka mampu berprestasi akademik maupun non akademik,”habisnya.(CW-01)