Belum Ada Laporan Sanggahan Pelanggaran Pemilu

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>FOTO BERSAMA :</strong> Ketua Panwas Kecamatan Binduriang H.Akhmad O, anggota Faison ST,Aan Hanapia beserta Staf panwascam mengabadikan momen Foto bersama usai pemungutan suara

Silampari Online,

BINDURIANG – Hingga Jum,at (19/4) pihak panitia pengawas kecamatan Binduriang belum menerima laporan dugaan pelanggaran pemilu baik money politik serta pelanggaran laiinya, seperti antensi bawslu Rejang Lebong bahwa 31 tempat pemungutan suara (TPS) bahwa dikecamatan setempat rawan money politik dan konflik.

Muat Lebih

Ketua panwascan Binduriang H.Akhmad O. saat mengatakan sejak dari tahapan kampanye yang dilakukan dikecamatan Binduriang,penertipan alat peraga kampanye (APK) hingga masa tenang hingga usainya pemilihan umum dan saat dalam masa rekapitulasi ditingkat pos serta PPK berjalan dengan lancar.

” Laporan dugaan pelanggaran hingga saat ini belum ada yang mengajukan gugutan pelanggaran baik dari saksi pilpres, DPR RI,DPD,DPRD Provinsi hingga Dprd Kabupaten begitu juga temuan dari anggota panwascam,pengawas desa hingga ke pengawas 31 TPS dikecamatan Binduriang namun untuk beberapa hari kedepan belum bisa kita pastikan yang jelas jika masyarakat,saksi -saksi pemilu melihat adanya dugaan pelanggaran pemilu silakan laporkan dan akan kita proses ,” terang Akhmad.

Dijelaskan Akhmad dari hasil survei dan berdasarkan pengalaman pemilu pada tahun sebelum tak menampik bahwa kecamatan Binduriang termasuk zona merah rawan konflik,money politik serta dugaan pelanggaran laiinya sehingga kecamatan kita mendapat perhatian khusus seperti peningkatan sosialisasi serta Bintek dari Bawaslu Rejang Lebong didamping Bawaslu Provinsi Bengkulu.

” Untuk itu,teman-teman dilapangan bekerja dengan maksimal untuk mensukseskan pemilihan umum dikecamatan Binduriang,mudah-mudahan dengan lancarnya pemilihan umum ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif bahwa kecamatan Binduriang rawan Konflik,money politik,intimidasi serta dugaan pelanggaran lainnya ” kata Ahkmad.

Sementara itu, tahapan pemilu terus bergulir saat ini sesuai dengan jadwal 17-18 ditps masing-masing, 18 April hingga 4 Mei rekapitulasi ditingkat pos kemudian dilanjutkan tanggal 22 April sampai 12 Mei rekapitulasi tingkat kabupaten kemudian tingkat provinsi hingga 22 Mei nantinya rekapitulasi tingkat nasional.

” Dari tahapan serta rekapitulasi ditingkat PPS ke PPK yang saat sedang berlangsung juga tak luput dari pengawas Anggita panwas kecamatan Binduriang ” singkat Akhmad.

Dibagian lain, wakapolsek Padang Ulak Tanding IPDA Alkira yang bertugas dikecamatan Binduriang mengatakan sejak berlangsung pengawalan distribusi surat suara ke lima desa yang ada dikecamatan Binduriang Hingga tahapan rekapitulasi tingkat PPS dan PPK yang saat ini berlangsung situasi dikecamatan Binduriang aman terkendali.

” Memang petugas dikecamatan Binduriang ini kita berikan perhatian khusus sehingga tidak terjadi konflik,intimidasi sehingga masyarakat dapat menyalurkan hak suaranya,dan menjamin proses pemilihan hingga nantinya rekapitulasi tingkat kabupaten ” singkat IPDA Alkira.(HS-06)