Bento Ditembak Polisi. Begini Kronologinya

Silampari Online,
LUBUKLINGGAU
– Bento alias Rinto (22), tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) terpaksa ditembak aparat kepolisian sektor (Polsek) Lubuklinggau Utara. Pasalnya, saat dilakukan penangkapan, warga Jalan Fatmawati Rt 03 Kelurahan Mesat Seni Kecamatan Lubuklinggau Timur 2 Kota Lubuklinggau, memberikan perlawanan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, Senin (29/7).
Korbannya, Ade Redho Pangestu ( 19), warga Jalan Nangka RT 04 Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Kota Lubuklinggau.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Horison Manik mengatakan, kejadian itu terjadi Rabu, 24 Juli 2019 sekira pukul 23.00 WIB, di Jalan Mangga Besar Kelurahan Ponorogo Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Kota Lubuklinggau.
Modus operandinya, tersangka curi sepeda motor milik korban yang diparkirkan di dalam gudang penampungan ayam potong milik SAM di TKP, dengan cara memutuskan beberapa kabel kontak sepeda motor. Lalu disambungkannya lagi, kemudian sepeda motor dihidupkannya, dijalan, nomor Polisi (BG) sepeda motor dilepaskannya.
“Setelah itu, tersangka langsung pergi ke daerah Kepala Curup dan menjual sepeda motor tersebut pada orang bernama inisal A (DPO) seharga Ro.1.300.000.00 (satu juta tiga ratus ribu rupiah),” jelasnya.
Kerugian dialami korban, sambung dia, 1 unit spd motor Suzuki Satria FU No.Pol BG 2337 GM warna Merah hitam, kerugian ditaksir leb-kur Rp.10.000.000.00 (sepuluh juta rupiah).
Kronologi penangkapannya, setelah laporan Korban diterima kemudian anggota Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara melakukan serangkaian Penyelidikan dengan memeriksa saksi korban dan saksi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut. Polisi mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di daerah Kepahyang Bengkulu. Tidak ingin buruannya lepas, anggota Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara dipimpin Katim Buser Aiptu Araumanu, beserta anggota opsnal langsung melakukan pengejaran ke arah Kepahyang Bengkulu.
“Tersangka pun dapat ditangkap, namun saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan. Setelah diberi tembakan peringatan ke atas, tersangka tidak mengindahkannya. Tersangka pun akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas pada kakinya, setelah diintrogasi, tersangka mengakui bahwa motor hasil curiannya telah dijualnya pada A di daerah Kepala Curup,” tuturnya.
Kemudian, anggota Buser pun langsung menuju ke rumah A di Kepala Curup, namun saat tiba di rumahnya, A melarikan diri. Namun motor berhasil disita setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Tersangka juga mengakui, sebelumnya dia juga sudah sering ikut melakukan pencurian motor lainnya, diantaranya di 3 (tiga ) kali di wilayah Hukum Lubuklinggau yang jadi sasarannya adalah di parkiran warnet dan di parkiran rumah penduduk, juga kelompok ini ikut mencuri 3 (tiga) unit motor besar milik SAM pada tahun 2018. “ TKP nya tidak jauh dari gudang ayam potong, bersama-sama 3 (tiga) orang temannya dan masih dalam pengejaran. Tersangka ditangkap di Kepahyang Bengkulu pada Senin 29 Juli 19 pukul 16.00 wib,” paparnya. (HS-08/rill)