Beras Jelek Bisa Dikembalikan‎

Silampari Online, 

MURATARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara bersama,pihak Bulog Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara) memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Muratara secara gratis, Jum’at (19/1).

Muat Lebih

Beras yang dikemas dalam karung dengan berat 10kg yang diberikan secara percuma ini kepada masyarak kurang mampu, dikarenakan kenaikan beras yang terjadi sejak bulan Oktober 2017

“Pemerintah sengaja melakukan bantuan sosial kepada masyarakat, dari bulan Oktober tahun kemarin beras mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut dikarenakan sekarang ini belum memasuki musim panen,” kata Kepala Logistik, Maizarani saat meyampaikan kata sambutannya.

Dijelaskannya, pada tahun 2017, bantuan yang diterima masyarakat dalam bentuk beras bulok sebanyak 15kg, namun sekarang mengalami pengurangan, tapi masyarakat tidak bakal mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Tahun ini kita cuma memberi bantuan besar sebanyak 10kg setiap bulannya, namun bagi masyarakat yang mendapatkan jatah tidak akan dipungut biaya seperti tahun kemarin,” katanya.

Dalam penerimaan beras, lanjut Maizarani, apabila terdapat beras yang tidak layak maka segera melaporkan ke bulog, maka akan segera diganti. “Lapor kepada kami jika mendapat beras yang tidak layak untuk dikosumsi, kami akan menggantinya dalam waktu kurang dari 24 jam,” jelasnya.

Sementara, Sekda Muratara, Abdullah Makcik mengatakan, selama ini banyak keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga beras. Karena itu, salah satu misi bupati pemanfaatan lahan terlantar.

“Kalau sawah di dusun kita dimanfaatkan secara produktif maka kenaikan harga beras yang mahal tidak jadi masalah. Dari itu kita galakkan lagi minat masyarakat dalam becocok tanam dengan cara pembagian bibit untuk menangani ketahan pangan,” ungkap Sekda.

Sekda berharap, bantuan tersebut memang benar-benar dimanfaatkan dan kepada kepala desa upayakan dalam pembagian beras tersebur tepat sasaran.

“Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk manfaatkan bantuan ini, memang bantuan ini belum maksimal, akan tetapi ini merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Untuk kepala desa, beras yang dibagikan harus sesuai data dan sampaikan dengan baik kepada warga yang belum mendapatkan bantuan tersebut,” pungkasnya. (HS-12)