Berbagi Pengalaman Sinergikan Program

BIMTEKS : Kasi P2M BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari SKep (kanan), bersama Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs Heru Winarko SH di sela-sela kegiatan Bimteks Bidang Pencegahan bagi BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota yang diselenggarakan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, sejak Selasa (11/2/2020) hingga Kamis (13/2/2020). Foto : Istimewa.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari SKep mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimteks) Bidang Pencegahan bagi BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota yang diselenggarakan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, sejak Selasa (11/2) hingga Kamis (13/2).

Kegiatan ini dibuka Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs Heru Winarko SH dan diikuti seluruh Kasi bidang Pencegahan BNN, BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota se Indonesia.

Muat Lebih

Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH melalui Kasi P2M BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari SKep mengatakan, banyak hal yang pihaknya dapatkan selama mengikuti Bimteks tersebut. Diantaranya, dapat saling bertukar informasi dan shearing tentang program-program pencegahan Narkoba yang dilakukan di masing-masing daerah karena, upaya pencegahan memiliki dinamika yang berbeda-beda di setiap daerah.

“Ya, banyak hal, selain ajang kita bersilaturahmi, mensinergikan program dengan bidang pencegahan dari seluruh BNN se Indonesia, kita dapat berbagi pengalaman, tentang dinamika dalam menjalankan program-program pencegahan masing-masing daerah,” ungkap Azhari kepada wartawan, Jum’at (14/2).Namun yang terpenting, lanjut Azhari, ada hal yang mesti difahami selama ini, bahwa pencegahan terhadap bahaya Narkoba di tengah masyarakat, adalah ladang ibadah bagi pihaknya. “Dari masyarakat yang tidak mengerti menjadi mengerti, itu adalah ladang ibadah kami. Semakin mereka menyebarkan informasi tentang bahaya Narkoba itu ke masyarakat lain, Insya Allah saya meyakini bahwa ada amal ibadah yang terus mengalir untuk kami di bidang pencegahan,” ucap Azhari.

Diapun menyadari, untuk melaksanakan pencegahan Narkoba, diperlukan sistem yang kuat. Seperti pesan Kepala BNN RI, Komjen Pol Drs Heru Winarko SH yang menyampaikan, bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan melalui sosialisasi, namun harus juga membangun sistem yang kuat, agar pencegahan lebih efektif.

“Antara pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, dan rehabilitasi harus diperlakukan seperti sistem yang saling melengkapi karena mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain,” imbuhhya.Ditambahkannya, disamping mensinergiskan program pencegahan tahun 2020 dari tingkat pusat sampai daerah, di kesempatan Bimteks ini juga seluruh Kasi P2M se Indonesia diajak melihat-lihat desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar) daerah DI Yogyakarta tahun 2019, yaitu Desa Condongcatur yang berada di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

“Desa tersebut sukses menjalankan program P4GN, yang selama 5 tahun terakhir sudah menganggarkan Rp 55 juta rupiah per tahun dari APBDes-nya, untuk kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa tersebut,” jelas Azhari.

Bahkan lanjut Azhari, desa ini membuat Peraturan Desa (Perdes), bahwa setiap masyarakat yang ingin menjadi pamong desa atau perangkat desa wajib melaksanakan tes urine setiap tahun.

“Bahkan mereka dengan tegas akan mengeluarkan anak kos yang berada di desa tersebut jika kedapatan menyalahgunakan Narkoba, tanpa kompensasi apapun, termasuk tidak ada pengembalian uang kos yang sudah dibayarkan,” tandasnya. (frz)