Berburu Jejak Harimau Liar Yang Meresahkan Warga, Dua Warga Jadi Saksi Mata

SILAMPARI ONLINE,

Musi Rawas – Berdasarkan Surat Pemerintah Desa Tambah Asri Kecamata Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Nomor : 300/46/TBA/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Tentang Laporan Adanya Binatang Buas atau (Harimau).

Bacaan Lainnya

Sejumlah pihak terkait dari unsur TNI POLRI serta pihak terkait di bantu pemerintah desa dan masyarakat melakukan giat pengecekan adanya laporan masyarakat tentang kebenaran binatang buas harimau di Desa Tambahasri Kecamata Tugumulyo Kabupatan Musi Rawas.

” Kamis 20 Agustus 2020 jam 11.00 wib, bertempat di Perkebunan Karet di Desa Tambahasri telah berlangsung Kegiatan Pengecekan Jejak Harimau Liar Yang Meresahkan Warga” Ujar Aripin Kepala Desa Tambahasri.

Sementara itu dari hasil wawancara dari dua orang masyarakat desa Tambah Asri yang melihat Binatang Buas Harimau tersebut mengatakan bahwa Harimau yang ia lihat adalah jenis harimau Sumatra bukan harimau kumbang hitam seperti mana yang di isukan oleh masyarakat.

“Jum’at Tanggal 14 agustus 2020 pukul 19.00 wib dikebun sawit milik sumartono dari pemukiman warga berjarak 1 km, yang pada saat itu saya sedang mencari burung dan tanpa sengaja cahaya senter mengenai badan binatang buas Harimau yang sedang melintas didepan saya, dengan jaraknya +- 50 meter. ciri -ciri dari binatang harimau tersebut ukuran panjang -+ 1,50 meter, tinggi 1 meter berwarna Hitam,putih,kuning” Ujar Wagiman (57) Saksi mata pertama.

Sementara itu saksi mata kedua Suparlan (52) Mengatakan, bahwa Senin Tanggal 17 Agustus 2020 pukul 15.00 wib dikebun karet milik saudara soleman dari pemukiman warga berjarak 300 meter yang pada saat itu sedang mencari rumput melihat 1 ekor binatang buas harimau melintas didepannya dengan jarak +- 30 meter dengan ciri-ciri ukuran binatang buas Tersebut.

“Panjang harimau sekitar 1.50 meter dan tinggi 1 meter, berwarna hitam, putih dan kuning”Kata Suparlan.

Selanjutnya dilakukan penelusuran dan pencarian Jejak kaki Harimau di area perkebunan karet warga dan di temukan jejak kaki diduga jejak Harimau, didekat sumber air yang juga di duga tempat minum Harimaum.

Sementara itu Pihak KPH akan menghubungi BKSA untuk mencari solusi menangkap Harimau dengan Cara menjeratnya.

Penulis : Nofi Ardiyanto
Editor : Agus