Berencana Bangun UPTD Metrologi

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>TERA : </strong>Salah satu pedagang di pasar tradisional Mura sedang mengecek teranya dan tahun ini Disperindag Mura menyediakan mobiler dan alat ukur, foto diabadikan belum lama ini.

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Guna meminalisir kecurangan pedagang dalam ketepatan timbangan atau lainnya terhadap transaksi jual beli kepada konsumen Pemerintah Daerah (Pemda) akan membangun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi.

Muat Lebih

Namun, untuk tahun ini pengadaan baru sebatas Mobiler dan alat ukur tera.

“Untuk pendirian UPTD kantor Metrologi sebagai pengujian alat timbangan atau tera baru direalisasikan tahun 2020 mendatang,”jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hj Nurhanasah Yosoef kepada Harian Silampari beberapa hari yang lalu diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Badan Meterologi khususnya pembangunan kantor UPTD di Mura. Akan tetapi, untuk tahun ini baru mendapatkan mobil dan peralatan alat ukur standar dengan besaran dana Rp1,4 miliar.

“Adanya mobil dan alat ukur ini maka tahun ini kita sudah bisa melakukan pengawasan tera. Namun, untuk tenaga SDM kami masih pinjam dari petugas Kota Lubuklinggau dan Palembang,”terangnya.

Menurutnya, dengan adanya UPTD meterologi di Mura maka tentunya kedepan akan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat disamping juga bisa meningkatkan pendapatan asli darah (PAD).

“Untuk PAD bisa kita dapatkan dari retribusi pengukuran tera mulai dari gas, listrik, PDAM, CPO yang dilakukan tera ulang,”bebernya.

Mengenai sanksi bagi pedagang pasar tradisional ?bila ditemukan alat ukur timbangan yang tidak standar nantinya. Maka mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mura ini mengakui jika ada pedagang nakal maka tindakan tegas akan diberikan sesuai dengan undang-undang (UU) konsumen.

“Kita minta pedagang tetap jujur dan tidak melakukan perbuatan nakal. Karena kedepan setiap saat petugas turun melakukan pengecekan,”imbunya.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan untuk penempatan pos ukur ulang disetiap pasar tradisional yang ada diwilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Sehingga, ketika nantinya para konsumen meragukan timbangan pedagang maka dapat diukur ulang dipos yang telah disediakan.

“Kita juga merencanakan nanti dipasar kita tempatkan pos ukur timbangan. Bahkan, bila terjadi kecurangan tentunya akan kita lakukan tindak lanjut,”tegasnya.

Terlepas dari itu, pihaknya akan turun ke lapangan melakukan pengecekan dan memberikan imbauan kembali kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan dan mencari keuntungan terkait pengukuran timbangan (tera) yang ada. Karena, masyarakat khususnya pembeli yang dirugikan.

“Intinya untuk pembangunan UPTD Metrologi 2020 bisa efektif. Sehingga, dengan begitu maka kita dapat melakukan pengecekan secara berkesinambungan. Bahkan langkah itu memberikan efek positif meminimalisir kecurangan yang ada dipasaran,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Ramandha menyambut baik dengan adanya pendirian UPT Metrologi. Mengingat, selama ini untuk pengawasan tera dilakukan oleh pihak Provinsi dan dilakukan pengujian hanya satu tahun sekali yang tentunya tidak akan efektif.

“Bilamana sudah ada UPT Metrologi dan penyediaan pos ulang ukur timbangan. Tentunya, memudahkan kita untuk mengetahui mana timbangan pedagang yang tepat dan tidak. Bahkan, bila ditemukan pedagang nakal dengan menggunakan tera yang tidak standar dan merugikan konsumen maka tindakan tegas harus dilakukan,”pungkasnya. (HS-03)