Beri Siswa Makanan Tambahan

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>TP PKK : </strong> Ketua TP PKK Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana ketika mengunjungi SDN 77 Kota Lubuklinggau dan bercakap dengan para ibu kantin sekolah

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Kepala SD Negeri 77 Kota Lubuklinggau Sudirman menyambut baik kunjungan dari Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana bersama dengan rombongan.

Muat Lebih

SD yang berada di Ulu Malus Kelurahan Belalau I Kecamatan Lubuklinggau Utara I tersebut, dalam rangka kunjungan TP PKK.

“Sekolah kita sangat mendukung dan menyambut baik program pemkot. Bahkan, mereka juga siap untuk menjalani apapun intruksi dari ketua TP PKK Kota Lubuklinggau,yang jelas, kami sangat berterima kasih untuk kunjungan ini. Apalagi, mendapatkan perhatian khusus dari TP PKK Kota Lubuklinggau,” tegas Sudirman.

Sementara itu,Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana dalam kunjungannya menjelaskan hal penting seperti kegiatan screening dan psikotes kecerdasan anak usia serta stunting.

TP PKK mengatakan sudah menjadi tugas mereka dalam pencegahan penyakit stunting pada usia anak secara nasional. Program ini sendiri, akan dilakukan selama satu tahun, dengan memberikan makanan tambahan bagi siswa di empat SD yang terpilih salahsatunya SDN 77 Lubuklinggau.

“Pemberian makanan tambahan akan dilakukan seminggu sekali. Anak-anak akan diberi makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, serta karbohidrat pengganti nasi. Karena nasi ternyata mengandung begitu banyak zat gula. Nantinya di sekolah akan dibuat kebun yang ditanami tanaman pengganti nasi, disini dibutuhkan kerja sama dari pihak sekolah, untuk mengurus kebun tersebut,”kata
Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana.

Keberhasilan program ini akan dilihat dari hasil screening kecerdasan dan pertumbuhan siswa. Jika terjadi peningkatan, artinya program ini berhasil dan dapat dilakukan ke sejumlah SD lainnya di Kota Lubuklinggau.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan PKK Kota Lubuklinggau juga sempat mengintip kantin SD Negeri 77. Ada beberapa pedagang makanan yang menjual jajanan bagi siswa di sekolah tersebut. Ketua TP PKK menilai jajanan yang dijual pedagang sudah cukup baik, karena diolah sendiri. Meski begitu, kemasan masih menjadi catatan karena pedagang masih memanfaatkan plastik.

“Mungkin bisa diganti daun pisang, karena sampahnya mudah terurai dan bisa menjadi pupuk kompos. Kalau plastik, penguraiannya membutuhkan waktu hingga 50 tahun,” ujarnya.(HS-02)