oleh

Berikut Penjelasan RS AR Bunda Terkait Kabar Dugaan Penahanan Jenazah.

-Utama-165 Dibaca

MUSI RAWAS – Pihak Manajemen Rumah Sakit (RS) AR Bunda Lubuklinggau akhirnya memberikan penjelasan terkait pemberitaan adanya penahanan Jenazah Pasien asal Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Penjelasan tersebut disampaikan bagian Humas RS AR Bunda Febriano Annas saat di wawancarai Silampari Online senin (24/5/2021) di ruang kerjanya mengatakan bahwa kejadian tersebut hanya kesalahfahaman komunikasi dan informasi antara pihak RS dan Keluarga Pasien.

Pihak RS tidak pernah melakukan penahanan terhadap Jenazah salah satu keluarga pasien asal Mura, ini hanya masalah komunikasi yang kemungkinan kurang pas saja, kita memaklumi hal tersebut, Tutur Febri

Selanjutnya terkait dengan masalah layanan administrasi biaya RS yang bersangkutan tidak dapat menggunakan BPJS KIS karena yang bersangkutan saat masuk pendaftaran berdasarkan surat keterangan rujukan akibat Kecelakaan Lalulintas  tidak di lengkapi dengan surat Laporan Polisi(LP) dan itu regulasinya sudah di atur pihak BPJS, pihak RS hanya menjalankan. Jelas Febri

Sampai hari ini (kemarin) pihak rumah sakit masih menunggu keputusan pihak keluarga pasien apakah yang bersangkutan akan melakukan pembayaran menggunakan fasilitas BPJS  atau Umum, jika menggunakan BPJS maka harus ada LP. Ujarnya

Pada prinsipnya setiap biaya fasilitas pelayanan RS itu sepenuhnya menjadi pilihan dan tanggung jawab pasien, mereka diberikan pilihan berdasarkan kemampuan masing-masing. Pungkasnya

Lebih lanjut shiff supervisior RS AR Bunda Hilal menjelaskan bahwa pasien tersebut masuk ke layanan Unit Gawat Darurat (UGD) RS AR Bunda pada Sabtu malam (22/5/2021) dengan membawa rujukan dari salah satu klinik di Kabupaten Mura guna menjalani operasi pendarahan organ dalam perut akibat Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas), namun saat pendaftaran meskipun yang bersangkutan membawa kartu BPJS JKN KIS akan tetapi karena tidak membawa LP maka kemudian keluarga memutuskan memilih fasilitas umum.

 

Sementara itu di kutip dari laman resmi BPJS Kesehatan “Begini Bagi Peserta JKN-KIS yang kecelakaan Lalulintas” di jelaskan BPJS Kesehatan menjadi penjamin pertama untuk kasus kecelakaan tunggal, dan menjadi penjamin kedua pada kasus kecelakaan ganda bagi pemegang kartu JKN KIS Aktif.(Musyanto)