Bertahun-tahun Tegangan Listrik di Bamasco Tidak Normal

Tunjuk Salah satu warga Mura yang menunjukkan gardu tiang listrik dan warga Desa Bamasco meminta adanya penambahan gardu induk dan kabel TR (Foto Rabu 11-9-2019)

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS– Warga Bamasco Kecamatan Tuah Negeri meminta kedepan adanya penambahan Gardu induk dan kabel TR untuk memback up aliran listrik di Dusun IV, V dan VI di Desa tersebut. Sebab, Gardu induk yang ada dinilai tidak mampu memback up pasokan listrik khususnya ketika dimalam hari.

Muat Lebih

“Memang secepatnya harus ada penambahan gardu induk dan kabel TR untuk memback up pasokan Dusun IV-VI,”kata Kepala Desa (Kades) Bamasco Kecamatan Tuah Negeri, Candra Jaya Andi Putra kepada Harian Silampari, Rabu (11/9).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, penambahan gardu induk dan kabel TR ini bukan tanpa alasan. Mengingat, sejak bertahun-tahun tegangan listrik khususnya pelanggan PLN di Dusun IV, V dan VI tidak normal.  “Disamping tegangan listrik yang tidak normal, kondisi kabel untuk pengarusan listrik juga tidak beraturan karena dari satu rumah ke rumah lainnya saling sambung menyambung,”terangnya.

Menurutnya, untuk jumlah pelanggan listrik di tiga Dusun tersebut mencapai 450 pelanggan/kepala keluarga (KK). Dimana, hampir setiap malam mengeluh karena tegangan listrik tidak normal akibat spaning yang rendah.  “Kalau malam hari lampu rumah warga di tiga Dusun tersebut redup karena spaning yang rendah. Termasuk, tidak bisa menghidupkan barang elektronik karena pasokan listrik yang tidak cukup,”bebernya.
Selain itu, imbas lain dengan gardu induk yang terbatas yakni ketika warga yang ingin memasang kwh baru harus mengeluarkan biaya yang lumayan mahal untuk pembelian kabel. Sebab, kabel TR tidak masuk lorong dan hanya dipinggir jalan lintas.
“Pernah warga yang pasang kwh baru harus mengeluarkan biaya tambahan yang lebih mahal untuk pembelian kabel dibandingkan harga kwh,”akunya.

Terlepas dari itu, dirinya berharap melalui pemberitaan ini usulan masyarakat untuk penambahan gardu induk di tiga Dusun bisa cepat direalisasikan oleh pihak PLN. Sebab, untuk kabel TR dan Gardu merupakan kewenangan PLN dan tidak bisa dianggarkan melalui anggaran Desa.  “Intinya semua pelanggan sama dan harus membayar tagihan listrik. Sehingga, dengan begitu maka kepuasaan pelanggan juga wajib diberikan,”ungkapnya.

Sementara itu, Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Sumsel Jambi dan Bengkulu (WS2JB) Area Lahat Rayon Muara Beliti, Zera Fitrizon menjelaskan akan melakukan pengecekan kelapangan guna mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sebab, jika memang dari survei nantinya layak untuk perluasan jaringan atau sebatas menaikkan trapo saja. “Intinya kami minta Kades ajukan permintaan penambahan gardu dan kabel TR sebagai dasar untuk kami menindak lanjutinya,”pungkasnya. (Krismanto-SO)