BNN Bekuk Kurir Narkoba Lintas Provinsi

Silampari Online, 

LUBUKLINGGAU –  Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau mengamankan RS (40), warga Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur (Bengkulu), Sabtu (13/1) atas dugaan sebagai kurir dan pengedar narkoba. Bandit Narkoba antar Lintas Sumsel-Bengkulu itu ditangkap di Jl Garuda, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, tepatnya di SPBU Lubuk Tanjung, Sabtu (13/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu tersangka yang mengendarai mobil Avanza warna hitam BD 1455 PZ tengah mengisi BBM di SPBU tersebut dan langsung ditangkap.
Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti (BB) dari tersangka yakni dua paket besar diduga sabu dengan berat 12,5 gram. Lalu satu klip plastik yang diduga berisi ekstasi warna pink logo S sebanyak 12 butir dengan berat 3,15 gram. Ikut diamankan pula satu unit mobil Avanza warna hitam BD 1455 PZ dan satu HP Samsung. “Tim dapat informasi lewat SMS akan ada lintasan narkoba dan diberikan ciri tersangka pakai mobil Avanza yang akan mengarah kearah Bengkulu,” kata Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman.
Informasi tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti BNN. Dan mobil dengan ciri-ciri yang disebutkan saat itu ditemukan, tengah melakukan pengisian bahan bakar minyak di SPBU wilayah Lubuk Tanjung. “Hasil pendalaman sementara terhadap tersangka, sabu dan ekstasi ini berasal dari Lubuklinggau dan akan diedarkan di Kabupaten Kaur (Bengkulu),” ungkapnya.
Selain itu, pihak BNN menduga tersangka sudah memiliki jaringan. Dan tersangka diduga merupakan kurir sekaligus pengedar narkoba lintas provinsi. “Interograsi awal dia sebagai kurir, pengantar barang dari saudara AJ (DPO) yang sedang didalami dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.
Edy menambahkan dengan ditangkapnya tersangka RS, pihak BNN kedepan akan lebih mencermati, intens melakukan pengawasan jalur darat. Apalagi Lubukinggau merupakan jalur perlintasan. “Mungkin lebih intens pengawasan jalur darat,” timpalnya.

Muat Lebih

Sementara itu Kasi Pemberantasan BNN Lubuklinggau, AKP Sukirman menjelaskan bahwa pengakuan tersangka masuk ke Lubuklinggau baru pertama kali. Dan sebelumnya tersangka pernah mengambil barang dari Bengkulu dengan KRM, narapidana kasus narkotika di Lapas Bengkulu yang saat ini dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. “Jadi pada saat ini stok narkotika milik KRM tadi kosong di Bengkulu. Sehingga dia mencari alternatif ke Lubuklinggau,” jelasnya.

Dan informasi yang didapat pihak BNN Lubuklinggau menyebutkan bahwa diduga harga narkotika di Lubuklinggau lebih murah dibandingkan dengan harga narkotika di Bengkulu. “Makanya dia mengambil barang di Lubuklinggau. Dia juga pernah ngambil barang dari Lampung. Tapi masih murah dari Lubuklinggau. Makanya masih tetap dia mencari di Lubuklinggau,” bebernya. Pengakuan tersangka bahwa dirinya membeli narkotika di Lubuklinggau Rp20 juta. Kemudian mendapatkan upah Rp1,5 juta. “Dapat (upah) Rp1.500.000,” pungkasnya.(HS-01)