Satu Untuk Semua

Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Musi

11

Silampari Online,

EMPAT LAWANG- Diduga lepas dari pengawasan orang tua, seorang bocah perempuan di Desa Kotaganding Kecamatan Tebing Tinggi, yang diketahui bernama Citata (4) tewas terseret arus Sungai Musi di desa tersebut, Rabu (11/7) sekitar jam 16.30 WIB. Jenazah bocah malang itu, baru diketemukan warga, mengapung di sungai, Kamis (12/7) sekitar jam 13.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Silampari, anak kedua pasangan Alex dan Asna, warga Desa Kotagading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang tersebut, sebelum hilang terseret arus Sungai Musi, ikut ibunya mandi di aliran sungai. Diduga kurang pengawasan, tiba-tiba bocah malang itu tergelincir dan jatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.

Panik anaknya hilang, ibu dari bocah tersebut berteriak minta tolong kepada warga sekitar, hingga akhirnya warga yang melihat kejadian tersebut mencoba mencari dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi. Namun sayangnya, upaya dari warga tidak berhasil menemukan titik terang keberadaan bocah tenggelam tersebut.

Pencarian terus dilakukan hingga malam hari. Warga akhirnya minta pertolongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, untuk melanjutkan pencarian hingga dini hari, namun korban tetap tidak ditemukan. Pencarian akhirnya ditunda hingga pagi harinya baru pencarian dilanjutkan, bahkan kali ini warga yang mencari korban semakin banyak lantaran tidak hanya warga setempat dan personel BPBD Empat Lawang, yang melakukan penyisiran, sejumlah warga desa tetanggapun turut melakukan pencarian.

Baru sekitar jam 13.00 WIB, pencarian dihentikan karena korban sudah berhasil ditemukan meski dalam kondisi sudah menjadi mayat.

“Korban muncul (mengapung, red) ke permukaan sungai di Lubuk Raanggadis atau sekitar 500 meter dari lokasi kejadian korban tenggelam. Saya yang melihat pertama langsung berteriak dan warga lain lagsung menggapai jenazah korban hingga akhirnya berhasil dievakuasi,” cerita Alex salah seorang warga yang mengaku memiliki nama yang sama dengan ayah korban.

Kemungkinan kata dia, korban tersangkut diantara bebatuan atau kayu di dalam sungai. Banyaknya warga yang melakukan pencarian, membuat aliran sungai berombak karena hilir mudik Getek dan Boat bermesin hingga membuat korban terlepas dari benda yang membuat dia tidak muncul ke permukaan. “Ada luka di pelipisnya, kemungkinan kena kayu atau batu saat dia terseret arus,” ungkapnya.

Sementara Andi, salah seorang warga desa tetangga yang ikut melakukan pencarian mengaku mendapat informasi dari salah seoarang warga Desa Kotagading. “Karena ayahnya masih terbilang sepupu, makanya saya langsung ke sini bantu pencarian. Meskipun korban ditemukan sudah meninggal, saya berharap ayah dan ibu korban dapat tabah, karena ini sudah menjadi kehendak kuasa,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Empat Lawang, M Taufik membenarkan adanya musibah seorang bocah tewas tenggelam di aliran Sungai Musi, di Desa Kotagading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Dikatakannya, personel BPBD Empat Lawang bersama warga sekitar melakukan pencarian, dari menjelang Magrib (Rabu, red) hingga malam, namun belum membuahkan hasil.

“Berhubung hari makin malam dan korban belum juga ditemukan maka pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan esok harinya. Alhasil akhirnya korban ditemukan dan langsung kita evakuasi bersama dengan warga bahkan rencananya langsung dimakamkan hari ini juga,” terang Taufik. (HS-05)

Komentar
Loading...