Bongkar Sindikat Begal Modus Rental Mobil

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Wakapolres, Kompol Raphael dan Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan sedang memperlihatkan barang bukti yang digunakan tersangka saat beroprasi.

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Satreskrim Polres Lubuklinggau membekuk kawanan Begal mobil rental dengan modus pura-pura merental mobil. Setelah itu kawanan tersebut mengambil mobil rental tersebut dan meninggalkan korbannya dihutan.

Bacaan Lainnya

Kawanan pencuri itu berasal dari wilayah Kabupaten Muratara yakni Andi Darwin (25), warga Desa Sungai Baung Dusun I, Kecamatan Rawas Ulu, lalu Andeni Apri Yuliansyah (30), warga Desa Sungai Jauh Dusun IV, Kecamatan Rawas Ulu dan Arbian (25), warga Desa Sungai Baung Dusun I, Kecamatan Rawas Ulu. “Modus ini sebetulnya sudah sering buat supir travel, tetapi jarang dia yang ketangkapnya cepat, biasanya agak lama. Nah ini alhamdulillah kemarin Minggu siang (9/2) dapat. Berarti 1x24jam sudah dapat tersangka ini,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Wakapolres, Kompol Raphael dan Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan.

Ketiga tersangka ditangkap saat hendak menjual mobil hasil curian jenis Innova rebon BG 1488 QA milik korbannya di daerah Singkut, Kabupaten Muratara. “Habis kejadian dilaksanakan lidik, siapa pelakunya. Nah setelah dapat informasi A1, mereka diamankan didaerah singkut, Muratara,” ungkapnya.

Kejadian pencurian mobil rental yang diketahui korbannya merupakan supir travel, warga Palembang itu terjadi Sabtu (8/2) sekitar pukul 03.00 WIB di jalan, pinggir jalan lintas sumatera, depan SMA Negeri 3, Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Korban diikat pakai tali dan mukanya ditutup dengan kain, lalu dipindahkan duduk ke kursi belakang mobil.

Berawal pada Jumat(7/2) pukul 14.00 WIB. Korban mendapat jasa order dari temannya yakni Ardi di Palembang untuk mengantarkan penumpang tujuan Lubuklinggau, Surolangun (Jambi). “Merental,menyewa mobil innova rebon beserta supirnya dengan tujuan Kota Lubuklinggau dan Surolangan, Jambi dengan biaya sewa Rp600 ribu perhari untuk tiga hari,”ujarnya.

Kemudian korban menelepon dan pada saat itu dua tersangka yakni Jaka (DPO) dan Arbian minta jemput didepan pempek Candy Palembang. Setelah itu, korban sekitar pukul 15.00 WIB menjemput dua tersangka yang sudah menunggu tersebut. “Lalu korban bersama pelaku berangkat ke Lubuklinggau,” timpalnya.

Pada Sabtu (8/2)sekitar pukul 03.00 WIB, korban dan dua orang tersangka sampai di kota Lubuklinggau. “Dan tersangka minta diantarkan pada teman tersangka di hotel royal Kota Lubuklinggau. Setelah itu di depan Hotel Royal, naik satu lagi teman tersangka yakni Tamimi (DPO) yang turun dari mobil xenia silver yang diakui didalam mobil xenia itu adalah teman tersangka yang ingin ikut iringan ke Surolangun,”jelasnya.

Saat itu di dalam mobil Inova tersangka bertiga yakni Jaka (DPO), Arbian dan Tamimi (DPO), plus dengan korban.

“Tersangka Tamimi duduk di tengah belakang korban, Jaka disebelah kiri,Arbian duduk didepan atau disamping korban. Kemudian korban berangkat ke Surolangun dengan diiringi mobil Xenia silver,” terangnya.

Diketahui mobil Xenia silver di kendarai tersangka Andeni bersama seorang perempuan.

Dan saat diperjalanan,tersangka Tamimi berpura-pura ingin menjemput dua orang temannya lagi perempuan di Hotel 929 Petanang, Lubuklinggau. “Setelah itu intinya mereka baru berangkat ke Surolangun. Nah di TKP di jalan lintas SMAN 3 Lubuklinggau, dari belakang leher korban langsung dijerat oleh tersangka Tamimi (DPO) pakai tali tambang,” kata Dwi Hartono.

Kemudian tersangka langsung menutup kepala dan muka korban dengan kain hitam. Dan tersangka Jaka (DPO) mengikat tangan korban ke belakang. Selanjutnya korban di pindahkan kebelakang mobil. Lalu pelaku juga mengikat kaki korban, sambil mengancam akan membunuh korban kalau bergerak.

“Setelah melumpuhkan korban, pelaku membawa korban keliling dan sekitar 1 jam, korban dipindahkan dari mobil korban ke mobil lain,” ungkapnya. Sekitar beberapa menit, korban diturunkan di suatu tempat di daerah Sungai Baung, Rawas Ulu. Kemudian korban diikat di pohon. Dan saat itu salah satu tersangka sempat melepaskan tembakan sebanyak empat kali keatas dengan tujuan menakut-nakuti korban. Lantas para tersangka meninggalkan korban dan setelah beberapa jam, korban bisa melepaskan diri.(fyh)