Budayakan Tari Tradisional

Silampari Online

LUBUKLINGGAU – Salah seorang seniman Kota Lubuklinggau Hamam Santoso menanggapi tentang acara lomba Tari Tradisional yang dilaksanakan di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya.

Muat Lebih

Lomba Tari Tradisional ini diikuti oleh seluruh SMP dan SMA serta sanggar seni yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Kegiatan ini merupakan gerakan baru, artinya seperti ini dulu nya pernah ada tetapi jarang dilaksanakan,”kata Hamam Santoso saat diwawancara Harian Silampari, Selasa(8/10).

Selama ini, kebanyakan perlombaan mengadakan lomba tari kreasi. Namun kali ini panitia mengadakan tari tradisional.

“Hal ini perlu dibudayakan dan dibangkitkan serta dikembangkan lagi,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamam berharap panitia dapat mempersempit tema lomba, yakni lebih mengoptimalisasi peran museum terhadap kepedulian nilai nilai kebudayaan lokal.

“Kalau bisa untuk kedepannya harus dikhususkan tema nya tidak mesti di museum saja, mungkin kedepannya akan ada tema khusus lainnya seperti tentang kependidikan,”jelasnya.

Lanjutnya, sebenarnya bijakan—bijakan tari di Lubuklinggau banyak, akan tetapi tidak terdengar dan terpublikasikan sehingga para penata tari masih mengira saja sehingga bijakan tari disini kurang kuat, kemudian untuk para penata tari dan penata musiknya.

“Rata-rata judul tari dan tari yang ditampilkan masih rancu dan tidak cocok, sehingga tari yang ditampilkan ini tidak sejalan,”pungkasnya (CW-01)