Bulan Inklusi Keuangan, Wabup Empat Lawang Menjadi Guru Sehari

LEPAS : Wabup Empat Lawang, Yulius Maulana saat melepas balon Pesirah Yunior di halaman SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Senin (5/10). Foto : Fahrurozi/Harian Silampari.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Ada yang nampak berbeda di SMP Negeri 1 Tebing tinggi, Senin (5/10). Pasalnya, Wakil Bupati (Wabup) Empat Lawang, Yulius Maulana ST menjadi guru sehari di sekolah itu.

Bacaan Lainnya

Tak urung para guru dan siswa antusias menyambut, meski dengan pembatasan protokol kesehatan yang ketat diberlakukam. Bahkan pada kesempatan itu, Kadisdikbud Empat Lawang, Camat Tebing Tinggi, Kapolsek dan Danramil juga turut hadir di lokasi.

Wabup Empat Lawang, Yulius Maulana mengatakan, kegiatan ini dimotori OJK melakui Bank Sumsel-Babel dan ini banyak manfaatnya makanya dia mendukung agar dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Acara ini pula lanjut Wabup dilaksanakan untuk mengajar siswa hemat dan pinter menata keuangan dengan menabungkan sebagian uang jajan di Bank Sumsel-Babel.

Bank Sumsel-Babel ini merupakan Bank milik Pemerintah Daerah. Kata dia, di zaman pandemi sepeti saat ini Bank Sumsel-Babel penyumbang PAD yang paling stabil.

“Kita imbau anak-anak di Empat Lawnag bisa belajar sedini mungkin menabung, dengan menyisikan uang jajan agar bisa membantu orang tua memenuhi kebutuhan sendiri di masa yang akan datang. entah itu kebutuhan pribadi maupun biaya keperluan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Cabang Bank Sumsel-Babel Tebing Tinggi, Nur Farida menjelaskan, pihaknya memang meminta Wabup Yulius Maulana yang menjadi guru dan langsung mengajar tentang pentingnya menabung kepasa siswa-siswi di di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, khusus hari ini saja.

“Harapan kita, adanya peningkatan penabung khususnya dari kalangan pelajar,” ujar Nur Farida.

Program ini dijelaskannya, merupakan agendanya tahunan OJK dalam rangka bulan inklusi keuangan, mengajak para siswa untuk gemar menabung dan jika sudah mengetahui manfaat inklusi, jatuhnya ke literasi keuangan.

“Alhamdulillah tingkat partisipasi siswa lumayan. Tapi tidak dipaksakan jangan memberatkan orang tua, namun target kita satu pelajar satu rekening,” tukasnya. (frz)