Bunda Lia: Sesalkan Adanya Dikriminasi Anak SAD, Dalam Penyeleksian Paskribaraka

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA -Dalam penyeleksian anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), yang di selenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Muratara. Hal itu membuat anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) Mes SAD ingin mengikuti penyeleksian tersebut. Namun sangat di sayangkan anak SAD tidak diikut serta dengan alasan sekolah nonpormal.

Bacaan Lainnya

Hal itu, membuat Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif menyayangkan jika anak yang di Mes SAD tidak di ikut sertakan untuk mengikuti seleksi Paskibraka. Pasalnya apa bedanya anak ini dengan anak yang lain dan semuanya sama karena mereka juga memiliki hak yang sama dengan anak yang lain. 

“Saya sangat kecewa dengan Dispora, karena tidak mengikut sertakan anak-anak di Mes SAD. Ini secara halus mendiskriminasikan anak-anak yang di Mes tersebut, mereka memiliki hak yang sama dengan anak yang lain. Jika alasan karena mereka sekolah Nonpormal itu tidak masuk akal,”sesalnya, kemarin.

Pada hal, lanjutnya anak-anak ini sangat berkeinginan besar untuk mengikuti seleksi Paskibraka dan mereka bertanya terus agar bisa mengikuti seleksi tersebut.

“Keinginan mereka untuk mengikuti seleksi Paskibraka sangat besar, akan tetapi malah mereka tidak diikut sertakan dengan alasan bukan sekolah pormal,”kata Bunda Lia sapaan akrabnya.

Dijelaskannya ia juga sudah menghubungi pihak Dispora untuk melakukan seleksi terhadap mereka. “Saya sudah menghubungi Dispora untuk melakukan penyeleksian di Mess SAD, hari ini (Senin, red),”tuturnya.

Menurutnya Pemkab Muratara tentunya mempunyai tujuan  menyediakan tempat mereka, karena selama ini mereka kurang di perhatikan dan dengana adanya tempat yang sudah disediakan mereka bisa mendapatkan pendidikan layak seperti anak-anak pada umumnya. 

“Setiap ada kegiatan baik itu perlombaan maupun kegiatan lainnya mereka selalu diikut sertakan. Akan tetapi malah Dispora tidak merekrut mereka untuk menjadi anggota Paskibrakan, jika mereka ikut tentunya menjadi motipasi bagi mereka dan juga yang lain. Artinya mereka itu tidak dibedakan dan sama dengan anak pada umumnya,”tutupnya.

Terpisah Selamat (18) salah satu anak SAD menuturkan keinginan untuk mengikuti seleksi Paskibrakan tingkat Kabupaten Muratara sangat besar. Bahkan ada beberapa temannya juga ingin mengikuti. 

“Kami ini sudah menunggu dan bertanya-tanya kapan kami ikut seleksi Paskibraka, namun hingga sekarang belum juga ada yang menyeleksi dan tidak tahu apakah kami bisa ikut atau tidak,”katanya dengan raut wajah sedih.

Menurutnya kami ini sebagai warga Indonesia dan juga anak Muratara memiliki hak yang sama dengan anak lain. Jangan sampai dikarenakan sekolah di Mess, namun kami tidak bisa ikut. 

“Jujur sangat sedih kak, mendengar percakapan Bunda Lia dengan pihak Dispora kami tidak bisa ikut dengan alasan sekolah kami Nonpormal,”keluhnya.

Dikatakannya ia bersama temannya lain siap untuk mengikuti seleksi, dan apabilah tidak lolos siap menerima yang penting sudah berusaha apapun hasilnya bisa diterima. 

“Sekarang yang kami inginkan untuk mengikuti seleksi dan apapun hasilnya apakah diterima atau tidak kami siap menerima,”tegasnya.(Shahudi)